Fri. Feb 3rd, 2023

Polisi Pelajari Laporan KNPI Terhadap Abu Janda

Abu Janda

Porosberita.com, Jakarta – Markas Besar (Mabes) Polri mengaku masih mempelajari laporan Komite Nasional Pemudia Indonesia (KNPI) soal pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda terkait cuitannya yang dinilai bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Seluruh laporan masyarakat pasti diterima,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono di Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Menurutnya, polisi melayani semua pihak yang datang membuat laporan jika bukti-buktinya lengkap. Begitupun laporan terhadap Abu Janda yang dibuat oleh DPP KNPI ini akan segera ditindaklanjuti.

Meski begitu, Rusdi mengaku kepolisian akan mempelajari terlebih dahulu laporan yang masuk. Kalau ada perkembangan akan segera disampaikan ke publik.

“Kami pelajari dulu, saat ini penyidik masih mempelajari LP yang kemarin dibuat oleh pelapor, sementara. Nanti perkembangannya pasti akan disampaikan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Abu Janda dilpaorkan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dengan nomor LP/B/0052/I/Bareskrim tertanggal 28 Januari 2021.

Abu Janda dituduh telah melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo pasal 27 ayat (3) dan/atau pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-undang nomo 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau pasal 311 KUHP.

“Alhamdulillah, laporan kami telah diterima secara kooperatif oleh polisi. Sudah kami lampirkan juga bukti-buktinya,” kata Ketua Bidang Hukum DPP KNPI, Medya Rischa Lubis kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/1/2021).

Medya mengatakan telah melaporkan akun twitter @permadiaktivis1 yang diduga milik Permadi Arya alias Abu Janda.

“Menurut kami cuitan Abu Janda tersebut bernuansa ujaran kebencian yang dibalut dengan SARA,” imbuhnya.

Dalam cuitan Abu Janda yang dimaksud perihal menanyakan kepada Pigai soal evolusi. Namun, dalam cuitannya itu dia tidak memberi konteks lebih lanjut.

“Kata-kata evolusi itulah yang jadi garis bawah bagi kami untuk melaporkan akun @permadiaktivis karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian” jelasnya.

KNPI menilai, kata-kata evolusi tersebut bukan hanya untuk kepentingan cuitannya semata. Sebab, hal itu merupakan penghinaan bentuk fisik dari masyarakat yang satu wilayah dengan Pigai. (wan)