Sat. Jan 28th, 2023

KPU : Berat Melaksanakan Pilkada Serentak 2024

Porosberita.com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku berat melaksanakan Pilkada serentak pada 2024. Sebab, pelaksanaannya akan bersamaan dengan pemilu legislative (pileg) dan pemilu presiden (pilpres).

“Tentu akan sangat berat bagi kita jika kemudian pelaksanaan pilkada itu 2024. Karena tahapannya berbarengan, bersamaan dengan pemilu nasional,” kata Plt Ketua KPU Ilham Saputra dalam Evaluasi Kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dalam Peningkatan Partisipasi Masyarakat pada Pemilihan Tahun 2020, Selasa (2/2/2021).

Ilham melanjutkan, berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2019, di mana pileg dan pilpres dilaksanakan secara serentak, maka banyak formulir C1 yang tidak selesai di tingkat KPPS.

Belum lagi petugas yang kelelahan dan berimplikasi pada maraknya korban jiwa meninggal. “Termasuk tahapan sosialisasi. Apakah masyarakat akan jenuh nanti disuguhi pilkada, pemilihan umum dan sebagainya, tentu ini menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Ilham mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu keputusan akhir dari DPR dan Pemerintah terkait pelaksanaan Pilkada ke depan. “Jika dilaksanakan kemudian pada pilkada 2022, suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus siap melaksanakan,” ujar Ilham.

Diketahui, draf revisi UU Pemilu sudah bergulir di DPR RI. Draf ini akan menyatukan dua aturan pemilu, yaitu UU Pemilu (Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017) dengan UU Pilkada (Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016).

Salah satu aturan yang jadi disorot publik adalah soal pelaksanaan pilkada serentak dengan pemilu baik pileg maupun pilpres. Dengan begitu, Indonesia akan meniadakan pilkada serentak tahun 2022 dan 2023.

Artinya, Pilkada akan digelar pada 2024 atau tahun yang sama dengan penyelenggaraan Pileg dan Pilpres. Bagi kepala daerah yang habis masa jabatannya pada 2022 atau 2023, maka kepala daerah akan dijabat oleh pelaksana tugas yang ditunjuk Kemendagri.

Diantara daerah yang akan terdampak aturan ini di antaranya DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Jawa Timur. (wan)