Sat. Jan 28th, 2023

Istana Tanggapi JK Soal Cara Kritik Pemerintah

Jusuf Kalla

Porosberita.com, Jakarta – Istana menampik pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang menyebut kritik kepada pemerintah bisa berujung pada pemanggilan polisi. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menyatakan anggapan tersebut tidak benar.

“Pemerintah tidak antikritik. Kritik-kritik itu dianggap sebagai masukan untuk memperbaiki kinerja,” kata Donny kepada wartawan, Minggu (14/2/ 2021).

Menurutnya, dinamika di masyarakat memang tak bisa dielakkan. Ada saja yang melaporkan jika kritik itu punya unsur pidana. Kemudian polisi juga mempertimbangkan banyak hal ketika ingin memproses pelanggaran.

“Setiap hari pemerintah dihujani kritik dari berbagai komponen masyarakat, individu, tokoh masyarakat, akademsisi. Toh semua tidak kemudian dibungkam. Tapi kalau kemudian ada pemangku kepentingan yang mengadukan, itu kan bukan pemerintah. Kalau memang tidak ada unsur pidana ya pasti tidak akan diteruskan,” katanya.

Donny menilai pro-kontra dalam demokrasi adalah hal biasa. Ia berdalih pelaporan ke polisi selama ini kepada sejumlah tokoh yang mengkritik bukanlah terafiliasi atau suruhan dari  pemerintah.

“Masyarakat tidak perlu khawatir sejauh masukan itu berbasis data, fakta, argumen yang kuat, pasti akan diterima. Misalnya soal bansos. Ada kritik tidak tepat sasaran, ada data yang salah, ada orang yang udah meninggal tetap dapat. Itu kan kritik yang kemudian ditindaklanjuti dengan perbaikan,” katanya.

Sebelumnya JK, turut menanggapi pernyataan Presiden Jokowi pemerintah yang mempersilahkan masyarakat untuk mengkritik.

JK lantas menyentil Jokowi dengan pernyataan bagaimana caranya menkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi.  “Presiden mengumumkan ‘silahkan kritik pemerintah’. Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi. Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita.” kata JK saat berbicara dalam acara Mimbar Demokrasi Kebangsaan yang dihelat Fraksi PKS DPR secara virtual, Jumat (12/2/2021) lalu. (wan)