Fri. Jul 12th, 2024

ICW Desak Kapolri Tegur Kabareskrim Karena Tolak Laporan Dugaan Gratifikasi Firli

Ketua KPK Firli Bahuri

Porosberita.com, Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) desak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegur Kabareskrim Komjen Agus Andrianto karena mengabaikan laporan dugaan gratifikasi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto diketahui  akan mengembalikan dokumen dugaan gratifikasi Firli ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.                             

Peneliti ICW Wana Alamsyah menegaskan laporan yang mereka buat terkait Firli tersebut tak terkait dengan polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di KPK.

Karena itu, ICW desak Kapolri menegur Agus karena mengabaikan laporan dugaan gratifikasi Firli.

“Maka dari itu ICW mendesak Kapolri untuk menegur Kabareskrim dan memerintahkan jajarannya menelusuri lebih lanjut laporan yang telah kami sampaikan,” kata Wana dalam keterangan tertulis, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, keputusan Agus tersebut juga tidak tepat lantaran Dewas KPK hanya menangani dugaan pelanggaran etik. Sementara laporan yang pihaknya layangkan terkait dugaan pidana.

“Ranah Dewan Pengawas berbeda dengan Polri. Dewas menelusuri pelanggaran etik, sedangkan Bareskrim melihat potensi tindak pidana,” tegas Wana.

Atas dasar itu, Wana menilai Bareskrim enggan menelusuri laporan dugaan gratifikasi Firli terkait penyewaan helikopter untuk berziarah ke makam orang tua beberapa waktu lalu.

Padahal, Lanjut Wana, sebagai aparat penegak hukum, seharusnya Bareskrim menelaah terlebih dahulu laporan tersebut sembari melakukan penyelidikan.

“Bukan justru mengatakan menarik-narik institusi Polri dalam polemik KPK,” tuturnya.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menyatakan akan melimpahkan dokumen laporan dugaan gratifikasi Ketua KPK, Firli Bahuri ke Dewas KPK.

“Sudah ditangani Dewas KPK, nanti kami limpahkan saja ke sana,” kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (4/6/2021).

Namun, Agus tak menjelaskan alasan pihaknya tak mendalami laporan yang dibuat ICW tersebut. Ia hanya menyebut bahwa pihak kepolisian tak ingin ditarik-tarik dalam kisruh yang tengah terjadi di KPK.

“Mohon jangan tarik-tarik Polri. Energi kita fokus kepada membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 berikut dampak penyertanya,” kata Agus. (wan)

About Author