Mon. Jan 24th, 2022

Politikus NasDem Tegaskan Tak Boleh Ada Dikotomi Jawa – Luar Jawa Dalam Pilpres

Irma Suryani Chaniago

Porosberita.com, Jakarta – Politikus Nasinal Demokrat (NasDem) Irma Suryani menegaskan tidak boleh ada dikotomi Jawa dan luar Jawa dalam hal calon presiden. Pernyataan Irma itu membantah politikus Gerindra Arief Poyuono yang menyebut Anise Baswedan tak bisa jadi presiden karena berasal dari luar Jawa.

Perdebatan Irma Suryani Chaniago dan Arief Poyuono itu dalam diskusi yang digelar Total Politik di Jakarta, Minggu (5/12/2021). Diskusi tentang kans Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden di Pilpres 2024.

“Saya juga percaya tentang kata-kata leluhur orang Jawa dan harus Jawa Presiden Indonesia. Itu enggak bisa Sandiaga, bukan Jawa. Anies setengah Jawa, setengah Timur Tengah,” kata Arief

Alasannya, lanjut Arief, suku Jawa memiliki populasi terbesar di Indonesia. Orang Jawa akan memilih pemimpin yang berasal dari suku mereka.

Pendapat itu pun langsung didebat oleh Irma. Menurutnya, pendapat seperti itu tidak layak untuk disebarluaskan.

“Enggak boleh mendikotomi orang Jawa, (presiden) harus orang Jawa karena ini nanti akan mencelakai orang Jawa sendiri, seolah-olah orang Jawa menjajah Indonesia. Itu enggak boleh terus disampaikan kepada publik,” kata Irma.

Menurutnya, Indonesia bukan hanya milik suku Jawa. Dia menegaskan Indonesia milik setiap orang yang tinggal dari Sabang hingga Merauke.

Karena itu lanjut Irma, pemimpin Indonesia dipilih karena dianggap punya kemampuan. Irma tidak sepakat dengan anggapan presiden dipilih karena asal suku.

“Satu, dia punya visi-misi yang memang masyarakat butuh. Kedua, money. Tanpa itu, enggak bisa, enggak ada urusan” ujar Irma. (wan)