Thu. May 26th, 2022

Berkas Perkara Ferdinand Dilimpahkan ke Kejari Jakpus

Ferdinand Hutahean

Porosberita.com, Jakarta – Polri telah melimpahkan berkas perkara dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terkait perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA oleh tersangka Ferdinand Hutahaean .

“Telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti Tahap II dari penyidik Bareskrim Mabes Polri kepada Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat atas nama tersangka Ferdinand Hutahaean,” kata Kasi Intel Kejari Jakpus, Bani Immanuel Ginting kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

Menueurtnya, Ferdinand diduga melakukan tindak pidana menyiarkan atau memberitahukan berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat umum. Lalu, menyampaikan ujaran kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)

Selain itu, Ferdinand juga diduga dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Untuk itu, Ferdinand kembali menjalani penahanan selama 20 hari ke depan selama masa penyusunan dakwaan.

“Penahanan selama 20 hari di Rutan Rorenmin Bareskrim Mabes Polri terhitung mulai tanggal 24 Januari 2022 sampai dengan tanggal 12 Januari 2022,” jelasnya.

Atas perbuatannya, Ferdinand disangkakan pasal berlapis sesuai Pasal 14 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum PIdana atau Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 156a huruf a jo Pasal 156 KUHP.

Sebelumnya, nama Ferdinand mencuat karena kicauannya di Twitter beberapa minggu lalu.

Ketika itu, melalui akun Twitter FerdinandHaean3, dia menulis “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah, harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”. (wan)