Sosok Pengusaha OK OCE GPMI, Fira Pemilik Chezini Bakery & Cake Cafe

199
Silfira Sulaiman pemilik Chezini bakary & Cake & Cafe.

Porosberita.com, Jakarta – Menjadi pengusaha sudah menjadi tekadnya. Meskipun pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) harus dilepaskannya. Itulah sosok Silfira Sulaiman sang pemilik Chezini Bakery & Cake & Cafe.

Keputusannya untuk keluar sebagai PNS dan memilih bidang lain membuka cafe bukanlah hal yang mudah. Setelah melalui pertimbangan dan perhitungan matang, Silfira atau yang akrab disapa Fira ini akhirnya memutuskan untuk memilih berbisnis dan meninggalkan profesi PNS di Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) pada 2008 lalu.

“Ya, waktu memutuskan untuk memulai bisnis ini sebenarnya saya sudah menjadi PNS di Depnaker. Tapi, saya ga mau setengah-setengah jika ingin maju. Kalau saya tetap PNS, tentu tidak bisa fokus ke bisnis. Karena itu, dengan berat hati saya putuskan untuk berbisnis. Keputusan saya juga didukung suami yang kebetulan juga pebisnis,” tutur Fira istri Nanda Pratyaksa kepada porosberita.com saat ditemui di kafenya di kawasan Jalan Raya Podnok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (13/5/2018).

Keputusannya untuk banting stir mengelola bisnis kue dan roti itu setelah melihat prospek bisnis yang menjanjikan. Alhasil, setelah sekian tahun menggelutinya, kini Fira mampu mearup omset sekitar Rp2 juta hngga Rp3 juta perhari.

“Awalnya saya memang hobi dan setelah melihat ada prospek yang bagus, maka saya putuskan untuk menekuninya. Alhamdulillah, sekarang omsetnya bisa sampai Rp3 juta perhari,” ungkapnya.

Dalam menjalankan roda bisnisnya, Fira kini dibantu 7 karyawan. Para karyawannya direkrut selain dari warga sekitar kafe juga dari daerah luar Jakarta.  Para karyawan inilah yang setiap hari melayani para pelanggan baik yang datang langsung maupun yang membeli melalui online.

Untuk menyiasati ketatnya persaingan bisnis kue dan roti, Fira memang membuka layanan sistem online. Cara itu cukup efektif dan kini, pelanggannya tak hanya warga sekitar kafe tapi juga dari instansi perbankan sampai perusahaan swasta sdan BUMN seperti Radio Republik Indonesia (RRI).

“Langganan kami Alhamdulillah sudah cukup banyak bahkan dari luar Jakarta yang memesan lewat online. Selain itu, ada juga yang datang memesan untuk konsumsi rapat atau pesta. Kalau di kafe ini memang juga kami siapkan tempat jika ada yang ingin rapat di lantai dua,” kata fira.

Kini, Fira sedang memikirkan untuk mengembangkan usahanya dengan membuka outlet atau cabang di lokasi lain. “Ya, Insha Allah saya memang lagi memikirkan untuk membuka cabang di tempat lain. Karena itu, saya ikut program OK OCE yang dilaksanakan GPMI (Gerakan Persaudraan Muslim Indonesia) Jakarta Timur di Pondok Kelapa biar lebih meningkatkan pengetahuan berbisnis,” pungkasnya. (ridwan umar)