KPK Dalami Pertemuan James Riady Dengan Bupati Bekasi Neneng

71

Porosberita.com, Jakarta – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami ada apa dibalik pertemuan antara CEO Lippo Group James Riady dengan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin.

“Tentu (pertemuan) itu yang terus kita dalami, konteksnya apa pertemuan tersebut. Apakah memang ada atau tidak ada pembicaraan terkait proyek Meikarta ,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (12/11/2018).

Menurutnya, pertemuan tersebut juga menjadi alasan KPK melakukan penggeledahan di kediaman James beberapa waktu lalu. Karena  diduga ada keterkaitan pertemuan itu dengan soal kasus Meikarta.  “Penggeledahan di sejumlah lokasi termasuk rumah James Riady dalam rangka pencarian bukti-bukti,” bebernya.

Sebelumnya, CEO Lippo Group James Riady mengaku pernah bertemu dengan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin di rumahnya. Saat itu, James datang  untuk memberikan ucapan selamat kepada Neneng yang baru saja melahirkan.

Kabar yang beredar, James sempat bertemu dengan neneng beberapa kali. Namun, hal itu dibantah keras oleh James. “Iya, benar saya memang ada bertemu sekali dengan Ibu Bupati, yaitu saat beliau baru saja melahirkan. Kebetulan saya berada di Lippo Cikarang diberitahu bahwa beliau baru melahirkan. Saya pertama kali baru mengetahui Bupatinya itu adalah seorang wanita. Oleh karena itu waktu saya diajak untuk mampir hanya sekadar mengucapkan selamat saja. Saya mampir ke rumah beliau mengucapkan selamat,” kata James usai diperiksa di KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018).

James pun membantah jika dalam pertemuannya dengan Neneng itu membicarakan soal perizinan proyek Meikarta. “Tidak ada pembicaraan lain. Tidak ada pembicaraan izin, tidak ada pembicaraan mengenai bisnis atau apa dengan beliau,” ujarnya.

Ditanya soal suap yang diterima Neneng dari anak buahnya, James juga mengaku tidak mengetahuinya. “Saya pribadi tidak mengetahui dan tidak ada keterlibatan dengan kasus suap yang di Bekasi,” ujar James.

Penyidik KPK telah menggeledah rumah James. Dalam kasus ini KPK telah menetapkan  sembilan tersangka. Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dan petinggi Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. Selain itu, KPK juga menetapkan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi sebagai tersangka.

Tersangka lainnya adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bekasi Jamaluddin dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor.  Kemudian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati.  (wan)