Ketum PSI, Grace Natalie Dipolisikan

30

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ( PSI) Grace Natalie dilaporkan  ke Bareskrim Polri oleh Sekretaris Jenderal Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair. Grace dilaporkan terkait pernyataannya  bahwa PSI tidak akan pernah mendukung Poeraturan Daerah (Perda) berlandaskan agama, seperti Perda Syariah dan Injil.

Atas pernyataannya itu,  Grace dilaporkan atas dugaan tindak pidana penistaan agama. Surat tanda terima laporan tercatat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri dengan Nomor STTL/1217/XI/2018/BARESKRIM. Adapun, nomor Laporan Polisi (LP) tersebut, yakni LP/B/1502/XI/2018/BARESKRIM tertanggal 16 November 2018.

Dalam laporan yang dilakukan, Zulkhair membawa video perkataan Grace Natalie saat peringatan ulang tahun ke empat partainya di ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11/2018) serta beberapa pemberitaan dari media online. Grace dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 156A KUHP, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut kuasa hukum Zulkhair, Eggi Sudjana bahwa pernyataan Grace Natalie itu mengandung unsur kebohongan dan bertentangan dengan beberapa ayat di Al-Quran. “Begini penjelasannya ada tiga hal. Satu, Grace menyatakan, perda itu menimbulkan ketidakadilan. Kedua, diksriminatif, ketiga, intoleransi. Menurut hemat saya secara ilmu hukum ini lebih parah dari Ahok (mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama),” tegas Eggy usai melapor di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (16/11/2018),

Eggy menjelaskan, pernyataan Grace bertentangan dengan surat Al-Maidah yang disebutkan menggambarkan toleransi, adil, dan tidak diskriminatif. “Jadi agamu agamamu agamaku agamaku. Itu toleransi yang paling top, kok dibilang kita intoleran . Dan juga menyebut injil, kenapa dia enggak berani menyebut Al-Quran tapi menyebutnya syariah ini kan enggak jujur dia,” ,” jelasnya.

Untuk itu, Eggy meminta Grace untuk meminta maaf atas pernyataan tersebut. “Kami kecewa terhadap Grace, nantang-nantang begitu loh. Kita minta sudahlah, kita ngerti lah dia masih junior, minta maaf saja maka selesai,” tuturnya.

Eggy menyatakan, sebaiknya Grace segera minta maaf dan mengakui kesalahannya. Agar Umat Islam  memaafkannya. “Tapi kalo dia tidak minta maaf ya itu suatu bentuk dia nantang,” imbuh Eggy.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Grace Natalie menyatakan partainya tidak akan pernah mendukung Perda yang berlandaskan agama. Grace menegaskan bahwa itu menjadi salah satu dari tiga misi yang yang akan dijalankan anggota legislatif dari PSI jika dipercaya duduk di parlemen.

“PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindakan intoleransi di negeri ini. PSI tidak akan pernah mendukung perda-perda Injil atau perda-perda syariah. Tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa,” ujar Grace dalam sambutannya dalam peringatan hari ulang tahun keempat PSI, ICE BSD, Tangerang, Minggu (11/11/2018) malam. (wan)