Begini Cara Buktikan Kebenaran Cuitan Andi Arief

117

Porosberita.com, Jakarta  –  Dalam hitungan jam peta Politik Pilpres 2019 segera berwujud. Wujud pasangan calon presiden/wakil presiden sepertinya mengalami guncangan yang hebat menuju kepada sebuah keseimbangan baru. Guncangan politik muncul setelah muncul nama calon wapres dari masing-masing kubu.

Hal itu diutarakan Andi Tusran Analis Indopoll Research and Consulting menangggapi dinamika politik yang begitu tinggi menjelang pengumuman pasangan Wapres dari kubu Jokowi dan Prabowo yang akan bertarung dalam Pilpres 2019 nanti.

Menurut Yusran, di kubu Prabowo nampaknya turbulensi yang terjadi akan cukup besar jika nama Sandiaga Uno menjadi pendamping Prabiwo. Dua partai koalisi  prabowo yakni PKS dan Demokrat yang paling  terpukul karena kedua partai tersebut sangat berharap kadernya yang dipinang oleh Prabowo.

“Kalau nanti Prabowo memutuskan memilih Sandiaga Uno yang noteben juga kader Gerindra, maka PKS dan Demokrat yang paling terpukul. Karena, beberapa pekan terakhir bahkan PKS justru sejak Pilkada DKI 2017 lalu sudah yakin kadernya akan jadi wapres pendamping Prabowo,” jelas dosen politik Pasca Sarjana Universitas Nasional Jakarta (Unas) ini kepada Porosberita.com di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Lebih lanjut Yusron mengatakan, sejatinya dalam kondisi normal, maka kecil kemungkinan terbentuk pasangan separtai. Namun jika ternyata nantinya pasangan separtai (Prabowo – Sandi) betul-betul terwujud maka besar kemungkinan disebabkan oleh setidaknya dua hal. Pertama: Cuitan Andi Arif tentang adanya ‘transaksi’ betul adanya; transaksi fulus dan atau transaksi jabatan menteri.

Namun jika PKS dan PAN menolak pasangan Prabowo-Sandi dan keluar dari koalisi maka cuitan Andi Arif adalah tudingan hampa dan tak lebih sebagai wujud kekecewaan  semata. Kedua; pasangan Prabowo Sandi jika nantinya memang terwujud bisa dipastikan bahwa Gerindra berhasil memainkan misi strategisnya dalam mempersiapkan kadernya (Sandi) ikut kontestasi Capres 2024 yang akan datang.

Sementara, di kubu Jokowi turbulensi politik tidak akan sekeras di kubu Prabowo, sekiranya Mafud MD yang jadi pendamping Jokowi. “Paling banter PKB yang bereaksi keras kenapa bukan ketum nya yg dipinang. Secara ekstrim jika pKB bersikeras menolak Mafud maka ada peluang PKB mensponsori terbentuknya poros ketiga,” tutupnya. (wan)