Pasangan Capres Prabowo dan Cawapres Sandiaga Uno Daftarkan Diri ke KPU

34

Porosberita.com, Jakarta – Pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahudin Uno mendaftarkan diri ke KPU, Jumat (10/8/2018). Mereka mendaftarkan diri usai melaksanakan sholat Jumat di Masjid Istiqlal.

Prabowo – Sandi mendatangi KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat diantar para ketua umum partai pendukung yaitu Ketua Umum PKS Sohibul Iman, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain itu juga tampak hadir  Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKS Mustafa Kemal, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Usai mendaftarkan diri, Prabowo menggelar jumpa pers. Di hadapan para wartawan dan pendukungnya, Prabowo menyampaikan sejumlah hal. “Ada suatu kejadian unik pada hari ini, di hari ini ada putri presiden pertama RI putri proklamator kita, ada juga putri presiden RI kedua, ada juga 2 putra presiden RI yang ke-6 ,” kata Prabowo di gedung KPU Jakarta, Jumat.

Putri proklamator yang ia maksud adalah Rachmawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri, sedangkan putri presiden RI kedua adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto yang juga mantan istri Prabowo.

Dua putra presiden RI ke-6 adalah Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Keempatnya mendampingi Prabowo dan Sandiaga untuk mendaftar ke KPU.

“Ini kehormatan besar bagi saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada KPU yang sudah bekerja keras. Saya menitipkan harapan kader-kader semua partai dari seluruh Indonesia, kami titip masa depan seluruh rakyat Indonesia di pundak KPU. Demokrasi menurut keyakinan kami semua adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang terbaik dari yang ada,” jelas Prabowo.

Menurut Prabowo, pergantian pemerintahan dan pimpinan baik bupati, walikota bahkan kepala desa hingga gubernur dan presiden harus berjalan aman, damai dan jujur.

“Apapun keputusan rakyat harus kita hormati. KPU punya tugas sangat berat, KPU harus menjaga keadilan, kejujuran, kebersihan dari pemilu. Pemilihan melalui kotak suara adalah kedaulatan rakyat, jangan sekali-kali kita menghina hak rakyat, mencurangi hak rakyat, biar rakyat yang berdaulat dan menentukan nasib,” ungkap Prabowo.

Prabowo mengaku hanya ingin berkuasa dengan izin rakyat Indonesia.

“Kami ingin berkuasa untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia, kami ingin agar tidak ada orang lagi yang lapar di Indonesia, tidak boleh ada orang miskin di Indonesia, tidak boleh keadilan tidak sampai ke seluruh rakyat Indonesia. Saya kira itu tekad kami, hasrat kami, terima kasih KPU,” ujarnya. (wan)