Ryamizard : Untuk Keamanan Global Dibutuhkan Resolusi Baru

19
Ryamizard Ryacudu

Porosberita.com, Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan perlunya resolusi baru dan komitmen kuat untuk membangun mekanisme kerja sama keamanan bilateral maupun multilateral yang lebih konkret dan tepat sasaran.

“Kunci utama untuk merespon berbagai bentuk tantangan dan ancaman keamanan global adalah sebuah resolusi baru dan komitmen kuat untuk membangun mekanisme kerjasama keamanan bilateral maupun multilateral yang lebih konkret dan tepat sasaran,” katanya, saat membuka Seminar Internasional Ilmu Pertahanan (Indonesia International Defense Science Seminar/IIDSS) di Jakarta, Rabu (11/7/2018) seperti diolansir dari Antara.

Terkait itu, perlu pula urgensi konsep geostrategi kerja sama kawasan yang lebih konkret dan lebih operasional melalui konsep pembentukan Regional Practical Security Platform, tambah mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu, dalam seminar bertajuk “Penguatan Diplomasi Pertahanan Dalam Upaya Menghadapi Ancaman Keamanan”.

Ryamizard menambahkan, konsep tersebut untuk mengatasi ancaman nyata bersama seperti terorisme dan bencana alam, berdasarkan kesamaan tata nilai dan cara pandang untuk mewujudkan stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan kawasan dengan melibatkan semua negara yang berkepentingan di kawasan Indo Pasifik.

“Bentuk konkret kerjasama tersebut antara lain latihan bersama untuk menjaga keamanan maritim dan pertukaran informasi intelijen keamanan dan skema kerja sama menghadapi keadaan darurat,” tutur mantan Panglima Kosrad itu.

“Kita sudah memiliki modalitas arsitektur kerja sama kawasan yang dapat kita kembangkan seperti forum ARF, ADMM, ADMM Plus, East Asia Summit dan track diplomacy seperti Raisinia Dialogue, Japan Defense Forum, Putrajya Forum, Shangrilla Dialogue, dan sekarang IIDSS,” katanya.

Menhan menuturkan tidak ada satu negara pun yang mampu menghadapi dan menyelesaikan tantangan dan ancaman keamanannya sendiri. Karena itu dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki suatu negara diperlukan kerjasama antarnegara di kawasan untuk menghadapi berbagai ancaman keamanan bersama.

Ia menegaskan,konsep diplomasi pertahanan kawasan melalui kalibrasi ulang tatanan arsitektur keamanan kawasan Indo Pasifik menjadi sebuah urgensi yang perlu segera direalisasikan agar dapat menavigasi setiap ancaman dan tantangan di kawasan dengan tepat, benar dan proposional. (wan)