Sambut Sinyal Yusril, Kubu Jokowi – Ma’ruf Buka Pintu Untuk PBB

114

Porosberita.com, Jakarta – Kubu Jokowi – Ma’ruf membuka pintu lebar-lebar kepada Partai Bulan Bintang (PBB) untuk bergabung. Hal itu dinyatakan Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq menanggapi kabar akan merapatnya PBB yang kini dikamndani Yusril Ihza Mahendra.

“Iya tentu saja. Pada waktu yang tepat akan kita komunikasikan bersama dengan Yusril soal keinginannya untuk bergabung.  Kita hormati itu,” ujar Rofiq di kantor Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Menurut Rofiq, koalisi Jokowi – Ma;ruf menilai apa yang dilakukan Yusril dengan pernyataannya bahwa capres Jokowi tak perlu mundur dari jabatannya sebagai presiden merupakan sinyal akan mendukung Jokowi. Apalagi, Yusril sebelumnya juga mengaku partainya lebih dibantu oleh partai pendukung Jokowi dibandingkan kubu Prabowo.

“Itu jelas sinyal positif. Dalam beberapa statementnya, misalnya saat dia mengamini persoalan kepartaiannya justru partai koalisi yang banyak melakukan pembelaan. Jadi bisa saja secara hati kecilnya Pak Yusril condong ke Pak Jokow,” jelasnya.

Sebelumnya, tersiar kabar bahwa PBB akan merapat ke kubu Jokowi-Ma’ruf. Bahkan, Yusril sendiri telah mengakui partainya akan menjadi bagian dari koalisi Jokowi – Ma’ruf.

“Memang saya sudah rencanakan akan bertemu dengan Pak Jokowi. Paling di bulan September ini. Jadi sudah ada yang mengatur,” ungkap Yusril Selasa (11/9/2018).

Yusril mengakui bahwa upaya komunikasi politik yang dibangun ke kubu Jokowi ‘ Ma’ruf setelah komunikasi dengan kubu Prabowo-Sandi pada 30 Agustus lalu dianggap tak memenuhi harapan PBB. Diungkapkan Yusril, saat pertemuan itu dirinya didampingi jajaran pimpinan PBB, sementara bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono.

Hasilnya, ternyata belum memenuhi harapan PBB. Terutama tawaran soal strategi bersama agar PBB kembali meraih kursi di Senayan, dengan lolos ambang batas parlemen empat persen. Sebab, Sandi tidak bisa memastikan soal strategi bersama agar 2019 PBB kembali lolos ke Senayan.

Menurutnya, tawaran itu dilontarkan karena PBB ingin ada keadilan dan keseimbangan politik. Sebab, pada prinsipnya, kedua pihak harus saling membantu, bukan salah satu hanya diminta membantu saja. “Jadi, manfaat saling membantu itu harus dirasakan secara timbal balik antara kedua pihak,” tukas Yusril.

Yusril mengungkapkan selama ini PBB telah mendukung total Prabowo dan Sandi. Namun, Gerindra tidak bisa membantu PBB mensinergikan strategi pemilu legislatif mendatang.

Namun begitu, Yusril menegaskan soal kepastian dukungan PBB di pilpres, tetap menunggu hasil Ijtima’ GNPF Ulama II dan rapat bersama DPP dan DPD PBB pada Oktober mendatang.

Yusril menyatakan eksistensi PBB sebagai partai yang memiliki pertalian sejarah dengan Masyumi terancam ‘punah’.Apabila,  dalam pemilu legislatif (pileg) 2019 nanti, PBB kembali tidak dapat meraih kursi di parlemen Senayan di ambang batas empat persen.

Karena itulah ia akan berusaha sekuat tenaga memimpin PBB kembali dengan misi menyelamatkan masa depan partai. Yakni dengan meloloskan perwakilan anggotanya di DPR. Ini sekaligus menjawab ia bukan ambisius mau jadi ketua partai. “Tidak sama sekali.”

Terlebih, amanat Muktamar PBB kepada dirinya adalah menyukseskan Pemilu 2019 dengan membentuk kembali Fraksi PBB di DPR. “Kalau sekali ini PBB gagal lagi, maka saya berpendapat lebih baik PBB bubar saja,” pungkasnya. (wan)