Ini Alasan Jokowi Pilih Andhika Sebagai Kasad

34
Jendral Andhika Perkasa dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (22/11/2018)

Porosberita.com, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo membeberkan alasannya memilih mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Jenderal Andika Perkasa, sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang baru menggantikan Jenderal Mulyono yang memasuki masa pensiun.

Jokowi resmi melantik Jendral Andika Perkasa sebagai KSAD di Istana Negara, Kamis (22/11/2018) . Dengan pelantikan ini, Andika yang sebelumnya berpangkat Letjend (bintang tiga) otomatis meraih bintang empat.

Menurut Jokowi, ada sejumlah alasan memilih Jendral Andika sebagai Kasad. Yakni, Andika dinilai mumpuni setelah sebelumnya menempati sejumlah posisi penting di TNI.

“Kita melihat rekam jejak Pak Andika pernah di Kopassus, Kodiklat, Pangdam (Tanjungpura), Kostrad, pernah di penerangan (Mabes TNI AD). Pernah di Danpaspampres, saya kira komplit ya. Memang ada beberapa kandidat tapi ini yang kami putuskan,” ungkap Jokowi, usai pelantikan Jenderal Andika sebagai Kasad, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Jokowi juga mengakui bahwa sebenarnya ada empat nama yang diajukan ke dirinya sebagai kandidat KSAD. Sayangnya, Jokowi  tak menyebut tiga nama calon lain dimaksud.

Dikatakan Jokowi dengan pengalaman Andika yang komplit itu maka dinilai sudah lebih dari cukup untuk promosi sebagai KSAD. Figur Andika juga dinilai masih muda. Namun, soal usia, bukan menjadi alasan utama Presiden menunjukknya.

“Sekali lagi semuanya kan ada hitung-hitungannya terutama pengalaman kerja kemudian berkaitan dengan pendidikan yang telah dijalani, semua kami lihat,” ujarnya.

Saat dutanya, apakah ada tugas khusus yang diberikana kepada Kasad yang baru? Jokowi hanya menjawab bahwa  Andika lebih paham apa yang akan dia lakukan ke depannya.

“KSAD yang baru tahu apa yang harus dilakukan buat bangsa dan negara, 100 persen tahu,” ujar Jokowi.

Lompati 3 Angkatan

Untuk diketahui, Andika Perkasa dilantik sebagai Kasad melompati 3 angkatan senior di atasnya. Diantaranya, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dari Akmil 1986, Wakil KSAD Letjen TNI Tatang Sulaiman yang lulusan Akmil angkatan 1986 sampai Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Letjen TNI Agus Surya Bakti lulusan Akmil 1984.

Meski begitu, Andika mengaku tak mau pusing dengan komentar miring soal karirnya di militer yang berjalan mulus.

“Mau ngomong apa saja ya wis monggo saya kan enggak bisa berkomentar dan enggak perlu ya. Semuanya kan beliau (Presiden Jokowi) yang memutuskan, saya tidak tahu apa yang ada di dalam penilaian beliau ya. Yang penting dari dulu ya gini-gini saja,” jelas Andika usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Andika menjelaskan bahwa dirinya akan menjalin komunikasi dengan seniornya di lingkungan matra Angkatan Darat usai dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Dia menyadari dirinya telah melompati para seniornya di struktur AD karena itu perlu komunikasi yang baik.

“Memang banyak senior-senior saya yang masih di berada di struktur AD. Saya pasti akan menjalin komunikasi seperti yang selama ini sudah kami lakukan,” kata Andika

Menurutnya, komunikasi dengan senior adalah hal terpenting. Dukungan itu dibutuhkan agar tugas barunya sebagai Kasad akan berjalan baik.  (wan)