GPMI Jaktim Gelar Sosialisasi “OK OCE” di Kelurahan Pondok kelapa

247

Porosberita.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GMPI) Jakarta Timur menggelar sosialisasi Program “OK OCE” di Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (15/4/2018). Acara tersebut, diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan wirausahawan dan calon wirausahawan yang ada di kawasan kecamatan Duren Sawit, Jaktim.

Acara tersebut dihadiri Sekjen PB GPMI, Carum Widodo, Ketua DPW GPMI DKI Jakarta, Yunasdi, Kepala Seksi Kesra kelurahan Pondok Kelapa, Jaimin serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda setempat serta Ketua Korps 212 Rijal.

Ketua DPC GPMI Jaktim, Ridwan Umar, SE

Ketua DPC GPMI Jakarta Timur, Ridwan Umar, SE mengatakan kegiatan ini merupakan respon GPMI terhadap kebutuhan masyarakat khususnya yang ada di Ibukota. Melalui sosilalisasi ini diharapkan melalui acara ini, maka pemahaman masyarakat terhadap pentingnya program OK OCE semakin tinggi.

“Program OK OCE ini adalah salah satu program andalan dari Gubernur Anies Sandi dan wagub Sandiaga Uno. Program ini akan sangat membantu masyarakat khususnya yang telah memiliki usaha maupun yang baru akan memulai usahanya agar bisa sukses. Karena itu, GPMI Jaktim hadir untuk menjawab itu, terlebih selama ini memang banyak yang berminat ikut program ini tapi belum paham bagaimana caranya. Nah, lewat sosialisasi inilah GMPI Jaktim yang bekerjasama dengan pihak Kelurahan Pokdok Kelapa berharap masyarakat dapat memahaminya,” jelas Ridwan disela-sela acara tersebut.

Ridwan menjelaskan, sosialisasi ini dilaksanakan oleh GPMI yang merupakan salah satu ormas yang masuk dalam Perkumpulan Gerakan OK OCE (PGO). Para peserta sosialisasi, kata Ridwan, selanjutkan didata dan akan diikutkan dalam kegiatan pelatihan OK OCE PGO GPMI.

Sementara, Koordinator OK OCE GPMI, Herlan Intan Pura AR, SE dihadapan para peserta sosialisasi OK OCE itu menjelaskan bahwa masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan OK OCE bisa mengikutinya di kecamatan ataupun yang dilaksanakan oleh GPMI selaku PGO.

“Jadi, bisa daftar dan ikut di kecamatan atau bisa juga di GPMI. Materinya sama saja, karena memang GPMI juga adalah PGO. Kalau di Jaktim ini bisa daftar ke DPC PGMI Jaktim,” jelasnya.

Lebih jauh, Herlan memaparkan bahwa salah satu konsep pengelolaan usaha yang akan diperoleh para peserta dalam pelatihan OK OCE adalah tujuh langkah pasti sukses (7 pas). Pertama, yakni dengan mendaftar untuk pelatihan di laman www.okoce.me.

Kedua, warga akan diberi pelatihan oleh PGO. Ketiga, warga akan didampingi pelatih untuk mengikuti program mentoring. Keempat, PGO akan menjelaskan proses perizinan usaha. Kelima, warga akan diberi akses untuk memasarkan produknya secara online maupun offline. Untuk offline, PGO bekerja sama dengan Dinas UMKM DKI Jakarta untuk mengadakan bazaar sebagai lokasi sementara (loksem) dan membangun lokasi binaan (lokbin).

Keenam, warga akan diajarkan cara membuat laporan keuangan untuk menghitung untung dan rugi. Terakhir, barulah warga akan diajari proses untuk mendapatkan modal sesuai kebutuhan usahanya.

Dalam sesi sebelumnya, Salmanul Faris Ahmad Sumargono yang juga PGO GPMI selaku motivator mengungkapkan saat ini di Indonesia masih sangat kekurangan pengusaha. Jika dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara saja, Indonesia jauh tertinggal. “Jumlah pengusaha di Indonesia saat ini masih dibawah 2 persen, padahal di negara maju seperti Singapura saja ada 4 persen. Artinya, kita masih sangat kekurangan dan ini peluang bagi semua untuk terjun menjadi pebisnis,” jelas Salman.

Karena itu, program OK OCE semestinya dimanfaatkan benar oleh masyarakat, bukan hanya oleh kalangan usia mapan atau setengah baya, tapi juga anak-anak muda. “Pilihannya, mau jadi pengusaha setelah tua atau dirintis sejak usia muda?. Memang tidak mudah menjadi pengusaha sukses, tapi bukan berarti itu mustahil. Berbekal ilmu dan kemauan keras, Insha Allah kita bisa menjadi pengusaha sukses. Karena itu, ayo mulai dari sekarang,” katanya memberi semangat para peserta. (wan)