Tue. Nov 30th, 2021

NU dan Muhammadiyah Dinilai Berkomitmen Rawat Prinsip Islam dan Kebangsaan

Porosberita.com, Jakarta – Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dinilai sebagai organisasi islam terbesar yang memiliki komitmen merawat prinsip Islam dan kebangsaan di Indonesia.

“Muhammadiyah maupun NU mengajak kita semua menghindarkan diri dari praktik-praktik tercela seperti ujaran kebencian, permusuhan, dan menyebarkan berita bohong (hoaks), yang diyakini bertentangan dengan prinsip hifz al-‘aql (menjaga akal) dalam syariat Islam,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Konferensi Nasional V Forum Kerukunan Umat Bersatu (FKUB) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesei Selatan Sabtu (2/3/2019).

Lukman mengatakan, dua Organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini dapat menggambarkan bahwa praktik nilai Pancasila tidak bertentangan dengan prinsip pokok ajaran Islam.

Menurutnya, prinsip Islam dan kebangsaan sangat penting untuk memperkuat komitmen terhadap demokrasi. Termasuk menyambut pemilihan umum, yang mulai tahun ini diselenggarakan serentak. Lukman pun mengimbau agar pemilu tidak dijadikan ajang mempolitisasi isu-isu agama sebagai alat pemecah belah masyarakat.

Lebih lajut, Lukman menagatakan para alim ulama NU dan Muhammadiyah telah menekankan prinsip perdamaian, toleransi, dan moderasi, meski dengan jargon serta penyampaian yang berbeda. NU dengan Islam nusantaranya menekankan karakter moderat, berimbang, dan toleran.

Sedangkan Muhammadiyah menyampaikannya melalui jargon Islam Berkemajuan. Menghadirkan Islam sebagai agama pencerahan, pembangun kemajuan dan peradaban, serta menjadi solusi untuk mengakhiri konflik kemanusiaan.

Untuk diketahui, para alim ulama NU maupun Muhammadiyah sepakat menyerukan kepada seluruh umat untuk mengedepankan persaudaraan, menghindari permusuhan antarsesama anak bangsa, serta mengedepankan beragama yang mencerahkan. Para alim ulama NU secara khusus menggaungkan kembali pentingnya menjaga persaudaraan kemanusiaan.

Sedangkan Muhammadiyah menyampaikannya melalui jargon Islam Berkemajuan. Menghadirkan Islam sebagai agama pencerahan, pembangun kemajuan dan peradaban, serta menjadi solusi untuk mengakhiri konflik kemanusiaan. (sur)