Sat. Dec 4th, 2021

Capres-cawapres Harus Memiliki Komitmen Terhadap Prinsip Toleransi

Porosberita.com, Jakarta – Partai politik (parpol) serta calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres)  diharapkan mampu mempromosikan prinsip-prinsip toleransi melalui pendidikan politik yang baik. Demikian  Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti.

Menurutnya,  unsur parpol serta capres-cawapres harus memiliki komitmen penuh agar ada penerapan prinsip-prinsip toleransi. Semua itu bisa diwujudkan dengan sikap maupun praktik di lapangan.

Ray menilai, elite politik memiliki peran penting dalam memberi teladan kepada publik mengenai toleransi. Misalnya menekan terjadinya politisasi identitas yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

“baik parpol maupun capres dan cawapres harus memiliki komitmen terhadap persoalan intoleransi. Sebab, masalah ini sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah,” ujar Ray kepada wartawan di Jakarta, Jumat (8/3/2019).

Menurutnya, peningkatan intoleransi pada masa kampanye Pemilu 2019. Gejala yang muncul adalah menguatnya politik identitas yang mengarah pada isu-isu suku, agama, ras dan antargolongan.

Sementara,  Direktur Riset Setara Institute Halili mencatat sepanjang tahun 2007-2017 telah terjadi 2.975 tindakan pelanggaran terkait kebebasan beragama. Selama 11 tahun terakhir, ada 378 gangguan terhadap tempat ibadah dan angka terbesar pada gereja sebanyak 195 kasus dan masjid, terutama Ahmadiyah (134).

“Seharusnya ada intensifikasi peran parpol melalui perjumpaan lintas identitas dan literasi keagamaan sebagai basis sosial serta mendorong kebijakan-kebijakan yang mendukung penguatan prinsip-prinsip toleransi,” ujarnya. (sur)