Wed. Aug 4th, 2021

Garda Beringin Satu Tolak Airlangga Kembali Pimpin Golkar

Airlangga dan Bamsoet

Porosberita.com, Jakarta – Sekelompok  kader dan simpatisan Partai Golkar yang mengatasnamakan dirinya Garda Beringin Satu (GBS) menolak Airlangga kembali menduduki jabatan sebagai ketua umum Partai Golkar.

GNS menilai Airlangga telah gagal dalam membawa kemajuan terhadap partai yang berlambang Pohon beringin.

Penolakan terhadap Airlangga tersebut di deklarasikan para kader yang tergabung dalam Garda Beringin Satu (GBS) di Sebuah Cafe Gedung Sarinah Jakarta Pusat belum lama ini.

Inisiator GBS, yakni H.Devi Andita yang didampingi Ketua GBS Boston serta Wakil Ketua GBS Dian Assafri mengatakan bahwa ada beberapa faktor di pihaknya yang menolak Airlangga menjadi ketua umum.

Pertama, adalah gaya kepemimpinan terhadap partai yang otoriter serta tidak memiliki keinginan dalam menegakkan asas demokrasi.

“Kita lihat contoh masa dia memberhentikan ketua ketua golkar di kabupaten/kota tanpa melalui mekanisme yang benar, Kalau Partai sudah bergaya Otoriter gini mana mungkin bisa berjaya kembali,” ujar Devi Andita.

Devi menambahkan kembali bahwa Airlangga disinyalir telah melakukan langkah langkah dalam pembersihan pengurus/kader yang tidak sepaham dengan dirinya. Airlangga secara perlahan telah menumbuhkan perpecahan di tubuh partai berlambangan pohon beringin ini.

“Langkah ini menjadi embrio perpecahan dalam partai bukan tidak mungkin sejarah akan terulang adanya dualisme kepengurusan. Maka harus dicegah,” ujar wakil sekjen era Aburizal Bakrie ini.

Devi menambahkan, faktor kedua yang menyebabkan pihaknya menolak Airlangga, yakni kemerosotan kursi yang diraih partai Golkar di DPR RI.

“Sekarang kita cuma dapat 85 dari 91 kursi di DPR RI. Ini sangat ironis dan berbeda dengan partai partai besar pendukung Jokowi. Mereka kan malah bertambah, kenapa partai Golkar justru berkurang. Ada yang salah dalam mengelola partai,” ujar Devi Andita.

Sementara itu, Wakil Ketua GBS Dian Assafri mengatakan, Sejumlah Petinggi Partai Saat Ini diduga terlibat kasus hukum yang dapat menghambat kebesaran Partai Golkar ke depan. “kami selaku kader muda Partai Golkar sangat mendukung gerakan bersih bersih internal,” tegasnya.

Selanjutnya, Ketua GBS Boston. M menambahkan bahwa GBS juga kedepan akan melakukan konsolidasi dengan para pengurus Golkar di daerah dalam upaya penolakan terhadap Ketua Umum yang Otoriter di Partai. Partai Golkar harus mampu menjadi contoh dan teladan bagi para kader khususnya dan partai partai lain dalam menjunjung tinggi budaya Demokrasi pada umumnya. “intinya perjuangan kami harus tercapai demi kebaikan partai,” pungkas Boston. (sur)