Sun. Dec 5th, 2021

SBMI Desak Pemerintah Usut Kasus Pemerkosaan TKI di Malaysia

Porosberita.com, Jakarta – Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) mendesak Pemerintah segera mengusut kasus dugaan pemerkosaan TKI di Malaysia.

Informasi yang di peroleh menyebutkan terdapat seorang TKI di Malaysia diduga diperkosa oleh anggota parlemen Negara Bagian Perak, Malaysia. Hal tersebut diketahui setelah perwakilan Kedubes RI di Kuala Lumpur mengunjungi perempuan yang tidak disebutkan identitasnya itu. Sang TKI dikabarkan telah melaporkan kasus yang menimpa dirinya tersebut ke pihak kepolisian Perak pada Senin (8/7/2019) lalu.

 “Pemerintah harus mengusut tuntas kasus dengan cara meberikan bantuan hukum dan menyediakan pengacara untuk korban,” kata Ketua Umum SBMI : Hariyanto di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurutnya,Malaysia harus menjalankan instrumen ASEAN meskipun instrumen tersebut sifatnya moraly binding. Pasalnya, Malaysia adalah anggota ASEAN,oleh karena itu pemerintah Malaysia harus segera meminta maaf secara besar besaran kepada publik sebagai bentuk sanksi moral bagi Malaysia.

Lebih lanjut SBMI meminta pemerintah Indonesia harus lebih giat lagi untuk menyelesaikan MoU antara Indonesia-Malaysia terkait perlindungan buruh migran Indonesia, WNI atau TKI.

“Dengan terjadinya permasalahan yang secara terus menerus maka pemerintah Indonesia harusnya lebih giat lagi untuk segera menyelesaikan MoU antara Indonesia dengan Malaysia terkait dengan perlindungan BMI atau WNI,” katanya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Deddy Yusuf Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi Ketenagakerjaan dan Kesehatan ini,mengatakan bahwa permasalahan kasus Pemerkosan yang di alami TKI di Malaysia merupakan kejadian yang menampar muka harga diri bangsa Indonesia, karna itu pihaknya akan segera memanggil Kemenaker agar segera menuntaskan kasus tersebut.

“Kasus ini tidak boleh di biarkan begitu saja,kita mesti bela TKI yang di lecehkan harga dirinya, karna itu kita minta Kemenaker RI mengusut tuntas masalah ini,” tukas Deddy Yusuf kepada awak media. (wan)