Sat. Dec 4th, 2021

WALHI Ingatkan Jokowi Jangan Abaikan Lingkungan

Porosberita.com, Jakarta – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengingatkan Jokowi agar tidak menggenjot investasi secara masif tanpa mempertimbangkan faktor lingkungan hidup.

Hal itu dilontarkan Manager kajian Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Boy Sembiring menyikapi pidato politik Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo.

Lima poin yang dipaparkan Jokowi dalam pidatonya, pertama melanjutkan infrastruktur pembangunan, kedua meningkatkan sumber daya manusia, ketiga mengundang dan membuka seluas-luasnya investasi, keempat reformasi birokrasi, dan kelima penggunaan APBN secara tepat sasaran.

“Faktanya, daratan Indonesia sudah hampir 62 persen dikuasai investasi. Apalagi yang kurang? Mau investasi apa lagi yang masuk ke Indonesia? Kalau bicara ruang laut ada 20 sekian persen dikuasai investasi,” bebernya di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Boy merinci, 62 persen daratan diperuntukan investasi adalah kehutanan seluas 33 juta hektar, perkebunan kelapa sawit 13 juta, tambang dan migas. Data tersebut merupakan hasil riset pada tahun 2017 lalu.

Melibat data itu, maka dapat disumpulkan bahwa investasi terbesar dari sektor migas. Karena bloknya besar, namun tidak semua lahannya dikonversi. “Tapi yang hampir semua dikonversi pasti perizinan hutan kebun dan tambang,” tandasnya.

Lebih lanjut, Boy menilai lima poin yang dsampaikan oleh Jokowi dalam pidatonya tidak mencerminkan adanya kemunduran dibanding dengan nawa cita pertama.

“Apa yang dilakukan Jokowi dalam visi untuk Indonesia kami menyebutnya visi yang mundur. Jokowi seharusnya sadar, dia lahirkan nawa cita satu, kebijakan itu dimainkan narasinya dengan baik,” sindirnya.

Boy memandang visi Jokowi lebih mengedepankan investasi ketimbang keamanan manusia dan lingkungan hidup. Visi itu juga dianggap tidak selaras dengan isu global saat ini, yang mana beberapa negara tengah konsentrasi menjaga dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan lingkungan, dan perubahan iklim.

Konyolnya, pada awal pidatonya, Jokowi menyebutkan konteks global yang dijadikan acuan sebagai perubahan strategis visi Indonesia. (wan)