Sun. Dec 5th, 2021

Bamsoet Resmi Maju Sebagai Calon Ketum Golkar

Airlangga dan Bamsoet

Porosberita.com, Jakarta – Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo atau Bamsoet akhirnya mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Partai Golkar.

Empat politisi senior Golkar yang mendeklarasikan diri bersama Bamsoet masing-masing Ketua Umum Satkar Ulama Ormas Partai Golkar Ali Yahya, Ketua DPP Indra Bambang Utoyo, Ketu DPP Ridwan Hisjam, Dewan Pembina KPPG Ula Nurachwati, dan politikus perempuan Marlinda Irwanti. Namun, Indra, Ridwan dan Airlangga tidak hadir dalam deklarasi di Hotel Sultan, Jakarta.

“Hari ini dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim, saya Bambang Soesatyo menyatakan maju mendampingi calon lainnya saudara Indra Bambang Utoyo, saudara Ridwan Hisam, saudara Ahli Yahya, Ibu Ula (Ula Nukrawati) serta, Ibu Linda (Marlinda Poernomo) plus Pak Airlangga sendiri sebagai incumbent,” ujar Bamsoet saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019).

Acara deklarasi tersebut juga turut dihadiri Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI). Serta tokoh Golkar lain diantaranya Paskah Suzetta, Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Aziz Sumual, dan Misbakhun.

Selain itu, juga tampak hadir Hariman Siregar, Bobby Suhardiman, serta Robert Kardinal.

Selanjutnya, Bamsoet berharap agar para calon ketua umum bertarung secara sehat tanpa ada upaya ancam mengancam. Karena, Golkar adalah partai yang demokratis.

Dirinya juga berharap pertarungan calon ketua umum tidak diwarnai pemecatan pengurus karena beda dukungan calon. Seperti yang terjadi pada kasus pemecatan pengurus di DPD Maluku.

“Saya tidak akan takut menghadapi pasukan singa yang dipimpin oleh domba, tapi saya akan takut menghadapi pasukan domba yang dipimpin oleh singa,” sindir ketua DPR itu.

Lebih lanjut, Bamsoet menyatakan bahwa Golkar tak mengenal kultur pemaksaan aklamasi atau calon tunggal dalam bursa pemilihan ketua partai.

“Kita harus belajar dari kasus Bali dan Ancol. Kita harus bekerja dan berdemokrasi secara benar,” ujarnya.

Bamsoet memaparkan, Pemilu lalu suara Golkar dari milenial kurang dari 5 persen. Suara yang minim dari milenial ditengarai karena visi Golkar tidak sesuai dengan anak muda.

Karane itu, Bamsoet menyatakan kelak jika terpilih memimpin partai ia akan mengubah citra Golkar agar ramah milenial.

Caranya, dengan mengandalkan sayap organisasi. Bamsoet mengatakan sayap partai seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) harus membuat kegiatan yang tepat untuk menggaet milenial.

“Sebab kalau tidak dirangkul mereka bisa lari ke partai baru yang banyak menjanjikan masa depan mereka. Kalau kita mengacu dan tetap pada gaya lama, maka hanya soal waktu saja. Tentu kita tidak mau itu terjadi,” katanya,

Disisi lain, Bamsoet menyatakan bahwa membesarkan partai adalah tugas bersama. Dan. menjadikan Golkar sebagai partai tengah menjadi harapan rakyat.

“Jadi harapan rakyat ada di pundak kita maka tidak boleh tidak. Kita harus menjaga partai ini dengan baik dengan tata kelola organisasi yang baik,” ujarnya. (wan)