Tue. Aug 3rd, 2021

Tjahjo Minta Lukas Enembe Tidak Tingggalkan Papua

Lukas Enembe

Porosberita.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan Gubernur Papua Lukas Enembe tidak meninggalkan wulayahnya sampai kondisi benar-benar kondusif.

“Selesaikan permasalahan di daerah (Papua) dulu, gubernur untuk tidak meninggalkan daerah dulu. Kalau sudah kondusif, silakan mau ketemu dengan Gubernur Jatim,” ujar Tjahjo di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Perintah itu dilontarkan Tjahjo setelah mengetahui rencana Enembe yang ingin bertemu bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk membahas insiden di Surabaya dan Malang yang berujung kerusuhan di Manokwari dan Sorong.

Selain itu, Tjahjo memerintahkan Enembe untuk bertemu mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya yang terlibat dalam insiden tersebut. Tjahjo juga mengusulkan agar Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Soal waktunya terserah Gubernur Papua dan Jatim kapan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Manokwari yang memanas diduga buntut dari pengepungan di depan asrama mahasiswa Surabaya dan Malang Jatim. Saat itu, di Surabaya sejumlah personel kepolisian memaksa masuk sambil membawa senjata pelontar gas air mata pada Sabtu (17/8/2019).

Pada Senin (19/8/2019), terjadilah aksi massa di Manokwari. Aksi juga disertai pembakaran gedung DPR dan MRP Papua Barat. Selain Manokwari, aksi juga digelar di sejumlah kota seperti Jayapura.

Atas insiden di Asrama Papua di Surabaya dan Malang tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan permohonan.

“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf atas nama masyarakat Jatim, sekali lagi (kejadian tersebut) itu tidak mewakili masyarakat Jatim,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (19/8/2019).

Khofifah mengatakan insiden yang menimpa mahasiswa Papua itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Tujuannya untuk menyulut emosi massa. Namun, situasi Manokwari dan Jayapura sudah berangsur pulih dan kondusif. (wan)