Tue. Aug 3rd, 2021

Jokowi Pastikan Dua Wilayah di Kaltim Jadi Ibukota Baru

Porosberita.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan ibu kota baru berada di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kertanegara.

Untuk itu, telah tersedia lahan sekitar 180 ribu hektare. Adapun asalan memindahkan Ibukota dari Jakarta ke Kaltim karena pertimbangan strategis dan kebencanaan.

Kedua wilayah yang diputuskan jadi ibu kota baru tersebut karena risiko bencana kecil. “Baik bencana banjir, gempa bumi tsunami, kebakaran hutan, dan gunung berapi,” ukata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Pengumuman Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru disampaikan Jokowi di Istana Kepresidenan. Presiden didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Alasan lain Kaltim dipilih karena lokasi geografinya berada di tengah kepulauan Indonesia. “Ketiga dekat wilayah kota yang berkembang, Balikpapan dan Samarinda,” imbuhnya.

Pemindahan ibu kota di Kaltim, lanjut Jokowi,  juga akan diikuti oleh industrialisasi di daerah itu.

Di sisi lain Jokowi menyatakan, meski ibukota dipindahkan,  namun Jakarta akan tetap jadi prioritas pembangunan. Menurutnya, Jakarta akan terus dikembangkan sebagai kota bisnis dan keuangan berskala regional dan global. Karena itu, rencana Pemprov DKI Jakarta yang dianggarkan Rp571 triliun tetap dilanjutkan. (wan)