Sat. Dec 4th, 2021

Komisi XI DPR RI Minta Pemeintah Tidak Sepelekan Sektor Ketenagakerjaan

Porosberita.com, Jakata – Komisi XI DPR RI meminta pemeintah agar tidak menyepelekan sektor ketenagakerjaan. Sebab, kondisi sektor ketenagakerjaan mengkhawatirkan. Hal itu terlihat dari data yang diungkapka Badan Pusat Statistik (BPS).

Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam menyatakan dari data BPS menyebutkan jumlah pengangguran meningkat menjadi 7,05 juta pada Agustus 2019 dari Februari 2019 di angka 6,8 juta. Dari sisi persentase, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus mencapai 5,28 persen; naik dari 5,01 persen pada Februari 2019. “Berbagai indikator menunjukkan b ahwa sektor ketenagakerjaan tertekan cukup nyata,” kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, persoalan diawali dari kegagalan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi, sehingga stimulus terhadap ekspansi bisnis juga gagal. Realisasi investasi juga menurun, karena iklim berusaha yang tidak kunjung membaik. Bahkan beberapa rilis lembaga dunia tentang daya saing ekonomi, tidak menempatkan Indonesia sebagai negara yang menarik untuk tujuan investasi.

Disisi lain ekonomi terus bergantung pada kekuatan konsumsi rumah tangga, sehingga aktvitas produktif cenderung terbatas.

“Saya sangat khawatir bahwa kondisi ketenagakerjaan ini terus memburuk. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah angkatan kerja yang bekerja pada Agustus 2019 hanya 126,51 juta yang turun dari 129,36 juta pada Februari 2019. Artinya, ada sekitar 2,85 juta tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan selama 6 bulan terakhir.” Jelasnya.

Ecky melanjutkan, situasi ketenagakerjaan semakin rumit karena daya saing sumberdaya manusia kita pun belum cukup prima.

“Tantangan itu meningkat, karena penetrasi teknologi dan revolusi industri 4.0 yang memaksa tenaga kerja untuk mampu menyesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis, di tengah-tengah pendidikan yang masih rendah dan kondisi lingkungan ekonomi belum kondusif,” katanya. [nto]