Sat. Jul 31st, 2021

Begini Cara Reynhard Sinaga Cari Mangsa

Reynhard Sinaga

Porosberita.com, Jakarta – Reynhard Sinaga, warga Indonesia di Manchester, Inggris, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena memperkosa 48 pria, Senin (6/1/2020).

Sosok yang disebut pengadilan Manchester sebagai predator seks terbesar dalam sejarah inggris itu dinyatakan bersalah atas 159 kasus pelecehan seksual. Pria berusia pertengahan 30-an tahun itu juga dinyatakan bersalah atas kasus serangan seksual terhadap 48 korban.

Kejahatan-kejahatan itu dilakukan pria asal Jambi itu  sejak 1 Januari 2015 hingga Juni 2017.

Kepolisian Manchester menuturkan berhasil mengidentifikasi beberapa korban Reynhard Sinaga dan berasumsi masih banyak yang belum menyadari hal yang menimpa mereka.

Dilansir Manchester Evening News, Reynhard Sinaga kerap mencari mangsanya dari dua kelab malam yang tak jauh dari apartemennya di Manchester.

Sebelum mendekati mangsanya, Reynhard kerap memantau orang-orang yang berkeliaran di Princess Street sekilas melalui jendela apartemennya pada malam hari.

Reynhard biasa membidik pria sekitar 17-36 tahun yang baru keluar dari kelab malam “yang kehilangan arah” dan seperti membutuhkan bantuan.

Dalam salah satu kasus, seorang korban menuturkan pada suatu malam sehabis bersenang-senang di kelab Factory ia didekati Reynhard. Semula, ia melihat Reynhard sebagai pria baik-baik dan berpakaian rapi dan modis.

Reynhard menawarkan bantuan kepada dirinya lantaran terlihat telah kehilangan teman-temannya. Sang korban sedang duduk-duduk di tangga masuk kelab tersebut ketika didekati oleh Reynhard.

“Kamu bisa menelepon teman-temanmu dari tempat tinggalku kalau kamu mau,” papar Reynhard kepada sang korban setelah bercerita sedikit mengenai masalahnya.

Sang korban setuju dan dibawa Reynhard ke apartemennya di Montana House. Di sana, sang korban ditawarkan minuman alkohol. Kejahatan pun dimulai.

Sebagian besar korban Reynhard tak bisa mengingat apa yang terjadi setelah mereka meneguk minuman pemberian pria asal Jambi itu. Sebab, tak lama setelah meneguk minuman itu, para korban langsung tak sadarkan diri selama beberapa jam.

Ketika para korban sudah tak sadarkan diri, Reynhard mulai menelanjanginya dan memperkosa mereka. Reynhard bahkan merekam aksi kejinya itu dalam ponsel dan laptopnya.

Setelah melakukan penggeledahan, aparat keamanan Manchester menemukan ratusan video Reynhard tengah memperkosa para korbannya berdurasi hingga berjam-jam pada ponsel dan laptopnya.

Polisi dikabarkan tak pernah menemukan bukti narkoba di apartemen Reynhard yang disebut-sebut digunakan untuk membius para korbannya.

Namun, jaksa meyakini bahwa Reynhard telah menggunakan zat jenis sedatif untuk membius korban-korbannya.

Sejumlah korban Reynhard baru mengetahui bahwa mereka adalah korban pemerkosaan beberapa bulan bahkan tahun setelah polisi menghubungi mereka. Polisi juga dikabarkan belum mengidentifikasi seluruh korban Reynhard.

Beberapa korban Reynhard mengalami trauma bahkan ada yang mengaku berniat bunuh diri setelah mengetahui apa yang terjadi pada mereka. (nto)