Sun. Oct 24th, 2021

Pengawal Trump Dilaporkan Positif Covid-19

Donald Trump

Porosberita.com, Jakarta – Anggota Secret Service yang menjadi pengawal Presiden Amerika Donald Trump dikabarkan terinfeksi covid-19. Namun belum diketahui jelas berapa jumlah pengawal presiden yang terinfeksi covid-19.

Menurut laporan AFP, beberapa media asal Negeri Paman Sam tersebut mengatakan ada sekitar 130 pengawal presiden yang terinfeksi covid-19 dan sedang menjalani karantina.

Media lainnya menyebut setidaknya ada 30 Pengawal Presiden Trump yang positif covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan, sementara ada 60 orang yang telah dikarantina karena diketahui positif covid-19.

Mengenai jumlah pengawal presiden yang terkena covid-19, Juru Bicara Pengawal Kepresidenan Julie McMurray mengatakan tidak akan merilis rincian apapun tentang infeksi Covid-19 untuk alasan privasi dan keamanan operasional.

“Kesehatan dan keselamatan tenaga kerja kami adalah yang terpenting,” katanya dikutip AFP.

Namun pihaknya tetap akan bekerja seperti biasa dengan beberapa penyesuaian karena pandemi covid-19. McMurray mengatakan, misi perlindungan dan investigasi harus tetap berjalan di tengah pandemi covid-19.

“Kami terus menilai persyaratan yang diperlukan untuk beroperasi selama pandemi dan memastikan kami tetap siap dan memiliki staf penuh untuk melaksanakan misi perlindungan dan investigasi terpadu kami yang kritis, yang tidak ada yang terdegradasi oleh pandemi,” katanya.

Menurut laporan AFP, penularan terjadi usai para para pengawal presiden mengikuti serangkaian kegiatan Trump dalam tiga minggu terakhir, termasuk agenda kampanye dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.

Dalam beberapa acara Gedung Putih tiga minggu terakhir yang dipimpin oleh Trump, termasuk pesta malam pemilihan 3 November, sebagian besar dari mereka yang hadir juga tidak mengenakan masker.

Setelah mengikuti tes covid-19 diketahui sejumlah pejabat yang ikut dalam kegiatan tersebut dinyatakan positif covid-19, termasuk Kepala Staf Presiden Trump, Mark Meadows.

Untuk diketahui, dinas rahasia AS memiliki 7 ribu karyawan, terdiri dari pengawal presiden yang menjaga Presiden Donald Trump, petugas keamanan penjaga Gedung Putih, dan pengawal acara kepresidenan.

Presiden terpilih AS, Joe Biden sebelumnya mengatakan akan mengambil langkah untuk menangani pandemi covid-19 dan melakukan upaya penanganan covid-19 di AS. (CNN Indonesia)