Tue. Jul 5th, 2022

Presiden Sebut Perekonomian Indonesia Mulai Baik di Tengah Pandemi Covid-19

Porosberita.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan perekonomian Indonesia sudah melewati titik terendah akibat tekanan hebat covid-19. Indikator utamanya, kontraksi pertumbuhan ekonomi berkurang pada kuartal III 2020.

Jokowi menyebutkan, pada kuartal II 2020 pertumbuhan ekonomi minus 5,32 persen. Pada kuartal III, kontraksi ekonomi masih berlanjut dan tumbuh minus 3,49 persen.

“Artinya, telah melewati titik terendahnya, titik balik menuju membaik, tren positif membaik, dan dengan momentum ini saya yakin kita akan gerak lagi ke arah positif di kuartal IV dan seterusnya,” kata Jokowi dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020, Kamis (3/12/2020).

Perbaikan ekonomi juga tampak dari surplus neraca perdagangan pada Oktober 2020 sebesar US$3,61 miliar. Realisasi tersebut jauh lebih tinggi dari surplus US$2,44 miliar pada September 2020 dan surplus US$161 juta pada Oktober 2019.

Kondisi itu karena nilai ekspor mencapai US$14,39 miliar atau naik 3,09 persen dari US$13,96 miliar pada September 2020.

“Industri pengolahan yang merupakan kontributor terbesar PDB juga menunjukkan perbaikan di Oktober 2020, perbaikan didukung oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal di Oktober,” ujarnya.

Sementara dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat dibandingkan posisi Maret 2020 saat pandemi covid-19 pertama kali muncul. Hingga siang ini, rupiah tercatat di posisi Rp14.143 per dolar AS sedangkan IHSG di level 5.813.

“Perbaikan kinerja IHSG terdorong oleh peningkatan indeks saham sektoral. Sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks saham terbesar sejak turun tajam di 24 maret 2020 lalu,” jelasnya.

Meski begitu, Jokowi mengimbau semua pihak tidak lengah serta waspada dengan momentum pertumbuhan positif agar momentum bisa dijaga.

“Tentu kita harus tetap hati-hati, tidak boleh lengah dan harus tetap disiplin terapkan protokol kesehatan. Waspada agar jangan sampai terjadi gelombang kedua yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan,” ujar Jokowi. (nto)