Sun. Oct 24th, 2021

Kapolda Metro Jaya Datangi Komnas HAM Untuk Diperiksa

Irjen Pol. Fadil Imran

Porosberita.com, Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran diperiksa Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus penembakan 6 orang laskar Front Pembela Islam (FPI).

Pemeriksaan itu untuk mendalami kasus penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) saat mengawal Imam Besar Habib Rizieq Shihab di ruas jalan tol Cikampek pada Senin (7/12/2020).

Proses pemeriksaan terhadap Fadil berlangsung sekitar 2 jam sejak pukul 12.30 WIB. Selanjutnya, pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan, pemeriksaan awal ini memang berlangsung singkat, karana keterbatasan waktu.  “Ada kesepakatan-kesepakatan, karena waktu ini sangat terbatas ya dan permintaan keterangan ini belum selesai kami akan mendalami lagi satu per satu dari berbagai aspeknya,” kata Taufan Damanik usai pemeriksaan Fadil di Komnas HAM, Senin (14/12/220).

Sementara, Fadil sendiri mengaku kedatangannya di Komnas HAM merupakan bentuk warganegara yang taat akan hukum. “Saya taat hukum. Hari ini saya dipanggil, hari ini saya datang. Saya datang sendiri tidak pakai di antar banyak-banyak orang,” katanya.

Fadil menambahkan pihak Polda Metro Jaya akan kooperatif dan sangat terbuka atas proses investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM. “Polda Metro Jaya, Polri akan sangat-sangat koorperatif ya dan terbuka dalam proses investigasi yang dilakukan oleh Komnas HAM,” pungkasnya.

Sebelumnya, FPI mengungkap kondisi enam jenazah Laskar FPI yang ditembak mati oleh polisi. Seluruh jenazah memiliki luka yang sama, yakni luka mengarah ke bagian jantung.

Keenam jenazah itu telah dikebumikan. Salah satu jenazah dimakamkan oleh pihak keluarga di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Sementara itu, lima jenazah lainnya, dimakamkan di Markas Syariah Megamendung, Bogor.

“Pada seluruh jenazah syuhada terdapat lebih dari 1 lubang peluru. Tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada,” demikian bunyi keterangan pers resmi FPI yang ditandatangani Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman, Rabu (9/12/2020).

Sobri mengungkapkan, berdasarkan keterangan ahli yang melihat bekas tembakan saat jenazah dimandikan, diketahui tembakan dilepaskan dari jarak dekat. Selain itu, tembakan dilepaskan dari bagian depan dan bagian belakang badan para laskar.

“Menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang,” kata Sobri.

Sobri juga mengungkapkan bahwa pada tubuh para laskar pengawal Habib Rizieq Shihab itu, terdapat tanda penyiksaan. “Pada tubuh sebagian besar pada syuhada terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan,” terangnya.

Sementara, dalam versi Polda Metro Jaya, polisi diserang oleh Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq saat mengintai rombongan dalam penyelidikan terkait pengerahan massa untuk mengawal pemeriksaan Habib Rizieq saat itu. (wan)