Sun. Oct 24th, 2021

Rahma Sarita Dipecat Sebagai Staf Ahli MPR Diduga Posting Pelesetan Pancasila

Rahma Sarita

Porosberita.com, Jakarta – Rahma Sarita dipecat dari posisinya sebagai sebagai Staf Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. Pasalnya, mantan presenter televisi itu diduga mempelesetkan Pancasila.

Rahma Sarita dipecat berdasarkan Surat resmi dengan nomor 003/LM/MPRRI/XII/2020 yang disampaikan ke Sekretariat MPR tertanggal 13 Desember 2020.

Isi surat tersebut menegaskan bahwa Lestari yang berasal dari Fraksi Nasdem, memecat Rahma lantaran dianggap tidak menjalankan tugasnya.

“Dengan ini memberhentikan Staf Tenaga Ahli atas nama Rahma Sarita, SH, dengan alasan tidak melakukan tanggung jawab sebagai Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI,” isi surat Lestari yang ditujukan sebagai pemberitahuan kepada Sekretariat MPR.

Selanjutnya surat itu berbunyi “Ketidaksesuaian dengan UU 24 tahun 2009 mengenai Lambang Negara dan tidak menjalankan kebijakan MPR dalam menjaga dan menyosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan,” lanjut surat tersebut.

Pemecatan tersebut diduga lantaran postingan yang diunggah Rahma Sarita yang pelesetkan lima sila dalam Pancasila. Berikut postingannya:

Pancasila Versi Negara Wakanda:

1. Ketuhanan yg berkebudayaan

2. Kemanusiaan untuk golongan sendiri dan tidak beradab untuk golongan lainnya

3. Perpecahan Wakanda

4. Kerakyataan yang dipimpin oleh oligarki kekuasaan

5. Ketidakadilan sosial bagi yang berseberangan dengan penguasa

Lambangnya burung emprit noleh ke kiri.

Namun, Rahma Sarita sendiri sudah meluruskan maksud postingannya melalui akun twitter pribadinya, @rahmasarita yang diunggah pada 14 Desember 2020. Ia menjelaskan tidak bermaksud untuk menghina lambang negara.

“Dear netizen yang Budiman, pagi-pagi saya cek semua akun sosmed saya penuh komentar hujatan karena saya dianggap menghina Pancasila, mohon maaf jika terjadi kesalahanpahaman. Mohon dimengerti saya sama sekali tidak bermaksud menghina lambing negara Burung Garuda Pancasila. Jelas sekali yang saya maksud adalah sebuah satir untuk menkritik perkembangan saat ini. Saya merujuk negara fiktif Wakanda (seandainya negara itu ada). Sama sekali bukan Burung garuda secara utuh. Kalau banyak yang kurang berkenan sekali lagi saya mohon maaf semoga ini bisa menjelaskan maksud postingan kemarin,” demikian tulis Rahma dalam akun twitternya. (wan)