Sun. Oct 24th, 2021

Rocky Gerung Sebut Pengamat HAM Internasional Ada di Jakarta

Rocky Gerung

Porosberita.com, Jakarta –  Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan keberadaan para pengamat Internasional khususnya soal Hak Asasi Internasional (HAM) sudah ada di Jakarta. Mereka cemas akan masa depan demokrasi di Indonesia.

Hal itu dikatakan Rocky menanggapi kabar kedatangan utusan Kedutaan besar (Kedubes) Jerman ke maskar syariah FPI di Jalan Paksi, Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kedatangan utusan Jerman itu dibeberkan sendiri oleh Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Rocky Gerung mengungkapkan seluruh pengamat internasional terutama pengamat HAK Asasi Manusia (HAM) dan pengamat pers berada di Jakarta.

“Komunitas-komunitas yang membela civil liberties (Kebebasan sipil) itu ada di Jakarta sekarang. Jakarta bukan hanya jadi pusat riset akademis, mereka mau bikin riset atau disertasi, Jakarta bukan hanya jadi  pusat riset, tapi  (juga jadi) pusat kecemasan dunia tentang masa depan demokrasi. Itu yang saya dengar dari teman-teman di luar negeri, para pengamat asing yang menghubungi saya minta keterangan,” tutur Rocky saat diwawancarai Harsubeno Arief dalam kanal youtube Rocky Gerung Official, Sabtu (18/12/2020).

“Jadi, sebetulnya mereka (pengamat Internasional) ada di sini menyaksikan bagaimana memburuknya demokrasi di era Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengungkapkan soal kasus tewasnya enam laskar FPI makin mendapat sorotan dunia internasional. Perwakilan duta besar negara Jerman pun telah menyambangi maskar syariah FPI di Jalan Paksi, Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Iya, itu kedutaan Jerman sudah datang ke sekretariat FPI,” kata Munarman, Sabtu (19/12).

Munarman menunjukkan foto yang menampakkan seorang wanita berambut pirang dikuncir mengenakan baju biru masuk ke secretariat FPI. Dalam foto lainnya,  menunjukan satu unit mobil mercy dengan plat nomor kendaraan Diplomatik terparkir di sekitar sekretariat FPI.

Sayangnya Munarman tak menyebut detail siapa nama perwakilan Kedubes Jerman yang menyambangi markas FPI itu. Serta apa isi pembicaraan yang disampaikan kedua belah pihak.

Namun Munarman menyatakan, kedatangan perwakilan Kedutaan Besar Jerman ke markas FPI ini sebagai bentuk perhatian internasional atas tewasnya enam laskar FPI yang diduga ditembak apparat kepolisian.

“Perhatian Internasional terhadap kasus extra judicial killing 6 syuhada akan berdampak pada reputasi Indonesia di dunia internasional,” pungkasnya. (wan)