Tue. Jul 5th, 2022

RPI : Komnas HAM Buka Identitas Pelaku Penembakan 6 Laskar FPI

Keenam Laskar FPI tewas ditembak

Porosberita.com, Jakarta – Rumah Pejuang Indonesia (RPI) mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk membuka nama pelaku pembunuhan 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI) di ruas jalan tol Cikampek pada Senin (7/12/2020) lalu.

Wakil Ketua Umum RPI  H. Deany T. Sudjana, SH, MM menyatakan RPI menilai penembakan yang berujung kematian 6 Laskar FPI itu merupakan tindakan keji dan tidak manusiawi. Karena itu, ia meminta pelaku penembakan dibuka ke publik.

“Kita minta Komnas HAM RI membuka nama-nama pelaku penembakan yang keji tersebut ke publik secara transparan,” kata Deany yang juga alumni Lemhanas itu kepada wartawan, Minggu (20/12/2020).

Deany menambahkan, penembakan yang berakibat tewasnya 6 Laskar FPI itu jelas pelanggaran HAM berat. Korban ditembak secara keji. “Bahkan, diduga ada penyiksaan atau tindakan kekerasan terhadap para korban. Itu menurut pengakuan keluarga korban dan pihak FPI yang ikut memandikan jasad korban sebelum dimakamkan, ditubuhnya ditemukan sejumlah luka”, jelas Deany.

“Peristiwa memilukan ini adalah sejarah buruk demokrasi Indonesia. 6 Laskar FPI yang merupakan warga sipil mati ditembak itu luka bangsa, itu derita bangsa. Harus dituntaskan dan diadili pelaku pembunuhan yang keji tersebut dihadapan Pengadilan HAM sebagai pengadilan khusus,” imbuhnya. 

Selain pelaku penembakan, Deany juga meminta Komnas HAM untuk membuka identitas orang yang memberi perintah atau dalangnya.

Peristiwa itu menjadi hal serius yang harus dibuat terang. Komnas HAM juga diminta untuk membuka siapa yang memerintahkan menambak atau dalangnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Komnas HAM masih terus mendalami menyelidiki peristiwa yang menewaskan enam Laskar FPI saat mengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Keenamnya tewas ditembak polisi pada Senin 7 Desember 2020.

Untuk itu, Komnas HAM telah memeriksa sejumlah pihak. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyatakan telah memeriksa puluhan orang, diantaranya saksi masyarakat yang berada di lokasi, pihak FPI dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. (wan)