Sun. Oct 24th, 2021

Kokam Muhammadiyah Kirim 300 Tim SAR ke Lokasi Bencana

KOKAM Muhammadiyah (Istimewa)

Porosberita.com, Jakarta – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah mengirim 300 anggota Tim SAR ke wilayah bencana di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Panglima Tinggi Kokam sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto menjelaskan, untuk bantuan gempa bumi di Sulawesi Barat, anggota atau bantuan tenaga yang dikirim berasal dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur dan dari berbagai daerah lainnya. Mereka akan disebar ke berbagai titik untuk berkoordinasi dengan tim gabungan di lokasi bencana.

“Tim SAR Kokam efektif bekerja Senin 18 Januari 2021 hingga 2 minggu kedepan,” jelas Cak Nanto dalam keterangannya, Minggu (17/1/2021).

Lebih lanjut Cak Nanto menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari trilogi organisasi yang salah satunya melayani kebencanaan. Adapun kendali tim pencarian dan penyelamatan di bawah koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah.

“Kebutuhan personel SAR, tenaga kesehatan dan bantuan logistik sangat diperlukan,” terang Cak Nanto.

Sementara itu,  Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mengajak pemerintah bersama masyarakat bahu-membahu untuk membantu para korban bencana, serta mengatasi sejumlah bencana alam yang terjadi belakangan ini.

“Tahun 2021 baru memasuki pertengahan bulan Januari, namun sudah banyak terjadi bencana alam di Indonesia. Untuk itu, saya mengimbau agar kita semua tetap waspada,” kata Bamsoet, dalam pernyataan tertulis, di Jakarta, Minggu (17/1/2021).

Bamsoet menyampaikan rasa prihatin dan bela sungkawa yang mendalam atas sejumlah musibah bencana alam di Tanah Air yang menyebabkan timbulnya korban jiwa dan kerugian materiil.

Bamsoet melanjutkan, bencana alam terbanyak yang terjadi adalah banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian dan gelombang pasang 2 kejadian yang membuat sebanyak 405.584 orang terdampak dan mengungsi.

“Belum lagi dua bencana besar berupa banjir di Kalimantan Selatan yang mengakibatkan setidaknya 5 orang meninggal dan 112 ribu orang mengungsi. Serta, gempa berkekuatan 6,2 M mengguncang Sulawesi Barat yang menyebabkan 56 orang meninggal dunia dan 637 orang luka-luka,” kata Bamsoet.

Untuk itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI tersebut meminta Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan BNPB untuk melaksanakan proses evakuasi yang aman bagi warga yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Serta, menyiapkan tempat penampungan bagi warga, bantuan-bantuan yang dibutuhkan para korban bencana, seperti tenda, selimut, obat-obatan, serta dapur umum dan MCK.

“Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan harus segera membangun posko kesehatan serta menyediakan tenaga medis yang mumpuni dalam menangani korban, baik korban banjir maupun korban gempa sehingga warga yang sakit maupun yang terluka dapat segera tertangani dengan baik,” terangnya.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini juga mengatakan Kemensos harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan operasi tanggap darurat terkait penanganan gempa maupun banjir, sekaligus memperkuat upaya pencegahan penanggulangan bencana di setiap daerah terutama di daerah yang berkategori risiko tinggi.

Dia berharap dampak bencana dapat diminimalisasi guna melindungi masyarakat, termasuk meminimalisasi kerugian, serta kerusakan jika suatu hari bencana terjadi.

“Saya juga mendesak BNPB, BPBD dan Tagana untuk dapat mengoptimalkan jumlah petugas dan relawan yang disebar ke daerah-daerah terdampak banjir maupun gempa, agar pelaksanaan penyelamatan serta pemberian bantuan kepada korban dapat dilaksanakan secara paripurna,” pungkasnya. (sur)