Tue. Jul 5th, 2022

Operasi Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Distop

Porosberita.com, Jakarta – Pemerintah resmi menghentikan operasi pencarian korban pertolongan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan terima kasih kepada sema pihak yang sudah ikt serta membantu dalam 13 hari operasi pencarian korban.

“Kemarin Bapak Presiden sudah ke sini (JICT) melihat langsung hasil dari operasi pencarian dan pertolongan. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh satuan yang ikut dalam operasi ini,” kata Budi di Jakarta International Countainer Terminal (JICT), Kamis (21/1/2021).

Budi pun kembali menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.

Sementara Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito pun menyampaikan hal yang sama, yakni memutuskan untuk menyudahi operasi pencarian Sriwijaya Air SJ 182.

Untuk diketahui, Kamis, 21 Januari 2021 ini merupakan hari terakhir pencarian Sriwijaya Air SJ 182 setelah melalui dua kali masa perpanjangan. Pada tahap awal, masa pencarian dilakukan selama 7 hari.

“Hari ini, hari Kamis 21 Januari 2021 pada pukul 16.57 WIB, operasi pencarian dan pertolongan terhadap pesawat Sriwajaya Air SJ 182 secara resmi saya nyatakan ditutup atau penghentian,” terang Bagus.

Bagus menyampaikan laporan selama 13 hari pencarian dan pertolongan ada 4.300 personel yang diturunkan. Selain itu, disertai pengerahan 63 kapal laut, dan 3 pesawat.

Selama massa itu juga ditemukan 324 kantong mayat. Dari jumlah tersebut, sudah berhasil diidentifikasi sebanyak 43 korban. Lalu, 68 puing besar pesawat dan 55 potongan pesawat kecil.

“Dengan keseluruhan temuan, membuktikan solidnya tiap lembaga yang ikut dalam operasi ini. Ini juga menjelaskan bahwa setiap personel yang ikut dalam operasi sudah bekerja maksimal,” katanya.

Untuk material pesawat, lanjut Bagus, sudah diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Sementara, untuk body part diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Selanjutnya akan dilanjutan dengan operasi pemantauan atau monitoring secara aktif.

“Bila di kemudian hari ada laporan dari masyarakat yang melihat dan menemukan yang diduga bagian dari korban atau korban kepada Basarnas, kami akan merespons untuk menindaklanjuti penemuan tersebut,” pungkasnya. (sur)