Sun. Oct 24th, 2021

Kapolri Terima Wejangan Muhammadiyah Soal Cara Hadapi Radikalisme

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Abdul Muti (kanan) di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (29/1/2021). (Foto : Divisi Humas Polri)

Porosberita.com, Jakarta – Muhammadiyah menyarankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menghadapi paham-paham radikal. Penggunaan moderasi agama akan jauh lebih bermanfaat, daripada melakukan pendekatan-pendekatan keras.

Wejangan disampaikan saat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi Pimpinan Pusat (PP)  Muhhammadiyah untuk memperkuat tali silaturrahmi dengan para tokoh agama.

Listyo menyatakan Muhammadiyah merupakan salah satu ormas muslim terbesar dan sudah berdiri sejak sebelum kemerdekaan, yakni pada tahun 1912.

“Kewajiban kami dari Kepolisian untuk sowan dan tentunya kami menyampaikan maksud kami selain bersilaturahmi, kami tentunya ingin bersinergi dengan PP Muhammadiyah. Banyak hal, banyak kegiatan dan banyak program-program yang harus kami laksanakan ke depan, yang tentunya kami akan lebih kuat kalau kami dibantu oleh PP Muhammadiyah,” ,” kata Listyo, Jakarta, Jumat (29/1/2021).

Diakui Listyo, dalam silaturahmi itu ada salah satu wejangan yang disampaikan oleh pihak PP Muhammadiyah, yakni bagaimana menghadapi tantangan ke depan, terutama dalam menghadapi paham-paham radikal. Sehingga, penggunaan moderasi agama akan jauh lebih bermanfaat, daripada melakukan pendekatan-pendekatan keras.

“Tentunya ini juga menjadi salah satu program dalam rangka mencegah radikalisme. Terkait dengan kegiatan-kegiatan lain dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19.,” jelasnya.

Kapolri menyatakan ingin bekerjasama dengan PP Muhammadiyah, terutama memberikan edukasi terkait penegakan protokol kesehatan, karena angka terdampak COVID-19 masih tinggi sekali, masih di angka 13.000, bahkan tembus satu juta kasus dan ini masih menjadi PR Polri.

Wejangan lain yang diterima Kapolri adalah bagaimana Polri bisa menjadi Polri yang lebih adil.

“Ada beberapa masukan yang kami terima, yakni ke depan bisa menjadi Polri yang adil, Polri yang jujur, Polri yang siap untuk dikritik, dan Polri yang transparan. Itu menjadi target kita untuk bisa memperbaiki dan kemudian mewujudkan hal-hal yang memang diharapkan masyarakat,” jelas Kapolri. (wan)