Tue. Jul 5th, 2022

Aung San Suu Kyi Ditangkap Militer Myanmar

Aung San Suu Kyi

Porosberita.com, Jakarta – Aung San Suu Kyi dan sejumlah pemimpin lainnya dari Partai Liga Demokrasi (LND) yang tengah berkuasa ditahan dalam sebuah penggerebekan dini hari oleh militer Myanmar (Tatmadaw).

Juru bicara Liga Nasional, Myo Nyunt mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin lainnya dibawa pada dini hari.

“Saya ingin memberitahu orang-orang kami untuk tidak menanggapi dengan gegabah dan saya ingin mereka bertindak sesuai dengan hukum,” kata Nyunt dilansir ChannelNewsAsia, Senin, 1 Februari 2021. Kata Nyunt, tidak menutup kemungkinan jika milite juga akan menahannya.

“Dengan situasi yang kami lihat terjadi sekarang, kami harus berasumsi bahwa militer sedang melakukan kudeta,” kata Myo Nyunt

Upaya “kudeta” militer terjadi setelah menolak hasil pemilihan umum pada November lalu yang dimenangkan oleh petahana, Suu Kyi dan partainya NLD.

Militer menuding pemilu 8 November lalu curang akibat adanya jutaan pemilih palsu. Tatmadaw menuntut Komisi Pemilihan Umum Myanmar untuk memberikan daftar pemilih akhir untuk memverifikasi jumlah suara.

Militer Myanmar mengancam “akan mengambil tindakan” jika KPU Myanmar tidak memenuhi tuntutan mereka.

Kondisi tersebut membuat ketegangan antara militer dan pemerintah sipil meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Komisi Pemilihan Myanmar telah menolak tuduhan militer atas kecurangan suara, dengan mengatakan tidak ada kesalahan yang cukup besar untuk mempengaruhi kredibilitas pemungutan suara.

Konstitusi memiliki 25 persen kursi di parlemen untuk militer dan kontrol dari tiga kementerian utama dalam pemerintahan Aung San Suu Kyi.

Suu Kyi merupakan pemimpin de facto Myanmar. Pemerintahan sipil Myanmar masih harus berbagi kekuasaan dengan sejumlah jenderal militer dalam perjanjian pemilu demokratis pertama pada 2015 lalu.

Hal itu dilakukan berdasarkan konstitusi negara yang dibuat pemerintahan junta militer pada 2008.

Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing juga menggemakan ancaman kudeta itu dalam pidatonya yang diterbitkan surat kabar Myawady yang dikelola militer pada Kamis (28/1/2021)) lalu. (nto)