Sun. Oct 24th, 2021

Bakri HM Anggota DPR RI Dikecam Lantaran Pernyataan Yang Dianggap Merendahkan NTT

Porosberita.com, Jakarta – Pernyataan Anggota komisi V DPR RI dari fraksi PAN asal Jambi,  Bakri HM yang menyebut tidak ada yang istimewa di Nusa Tenggara Timur (NTT), kecuali hanya komodo dikecam keras masyarakat NTT. Tak urung, Direktur MP – Parekraf (Milineal Peduli – Pariwisata Ekonomi Kreatif Indonesia) Ary Kapitang yang juga salah satu Putra daerah Asal NTT (Alor) di Jakarta mengecam keras statemen Bakhri tersebut.

Pernyataan Bakri itu sempat menghebohkan jagad media sosial (Facebook, IG, Twitter, WhatsApp) dalam sebuah sebuah video yang viral lewat aplikasi tik tok tentang keindahan alam (Pariwisata) NTT.

Dalam video itu ada potongan ucapan Bakri saat rapat Komisi V DPR RI bersama Dirjen Cipta Karya dan Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) pada Selasa (26/1/2021).

Dalam video itu Bakri mengatakan, “Saya kemarin diajak teman-teman komisi V (DPR) kunjungan ke NTT. Tidak ada yang istimewa di sana, Paling yang istimewanya komodo saja,” kata Bakri dalam potongan video yang viral itu.

Pernyataan Bakri itu tak ayal mengundang protes warganet yang mayoritas masyarakat NTT. Warganet pun membalasnya dengan mengedit potongan videonya yang digabungkan dengan foto maupun video tentang keindahan alam Pariwisata di berbagai wilayah di NTT.  Hingga Minggu (31/1) pukul 20.00 WIB, video itu sudah dilihat lebih dari 283 ribu kali di TikTok.

Ucapan Bachri HM pun mengalami pro kontra yang mewarnai jagad media sosial, mayoritas Masyarakat NTT di media sosial yang berada di berbagai wilayah NKRI pun mengecamnya.

Direktur MP – Parekraf (Milineal Peduli – Pariwisata Ekonomi Kreatif Indonesia) Ary Kapitang yang juga salah satu Putra daerah Asal NTT (Alor) yang berdomisili di Jakarta ikut mengecam keras statemen Bakri HM.

”Terlebih dahulu saya ingin sampaikan bahwa Tuhan sudah berikan karunia-Nya berupa kekayaan alam di setiap wilayah yang ada di NKRI dengan berbagai macam potensi yang ada, kelebihan maupun kekurangan masing-maisng itu sunatullah. Kalau ada kecemburuan sosial terkait anggaran untuk pengembangan wisata di dapil bapak Provinsi Jambi, kan bisa di usulkan lagi tanpa harus  menyepelekan potensi wisata daerah lain’. Kata Ary kepada wartawan, senin (1/2/2021).

Ary menyatakan, akibat statemen Bakri tanpa informasi yang akurat, bisa memberikan dampak negatif bagi citra pariwisata di Indonesia khususnya NTT.

Ary melanjutkan, selain Bali, NTB, Maluku, Papua raja Ampat, dan daerah lainnya di Indonesia yang terkenal dengan keindahan pariwisatanya, maka Pulau komodo menjadi ikon Pariwisata Indonesia maupun dunia.  Ini di tandai dengan masuknya satwa langka komodo  sebagai tujuh keajaiban dunia.

Namun, kata Ary, akibat pernyataan Bakri itu, maka investor yang akan berinvestasi di sektor pariwisata di Indonesia khususnya  provinsi NTT akan berpikir seribu kali, begitu juga dengan wisatawan mancanegara maupun dalam negeri yang ingin berkunjung ke NTT.

“Statemen Pak Bahri HM jelas sangat merugikan Pemprov NTT maupun masyarakat NTT yang sebagian pendapatan ekonominya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bergantung pada sektor pariwisata.  Pada akhirnya  investor maupun wisatawan mancanegara maupun dalam negeri yang niatnya ingin berkunjung ke NTT akan menunda, Semuanya berawal dari statemen asbun yang menjustifikasi tanpa memikirkan dampaknya.  Padahal di NTT kan semua kabupaten yang ada di sana punya keunggulan masing-masing di sektor pariwisata,” jelas Ary.

Ary pun menyarankan Bakri fokus bersinergi dan berkolaborasi pihak terkait pariwisata untuk membantu pemerintah memulihkan ekonomi Indonesia melalui sektor pariwisata.

“Pak Bakri fokus saja dan bangun sinergi dengan pihak lain, itu jauh lebih baik. Apalagi Pemerintah saat ini sedang fokus untuk penanganan covid 19 dan juga  upaya untuk pemulihan ekonomi yang salah satunya bisa lewat sektor pariwisata,” pungkas Ary. (wan)