Sun. Oct 24th, 2021

Mantan Dirut Garuda Didakwa 10 Tahun Penjara

Ari Askhara

Porosberita.com, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Akhsara Danadiputra alias Ari Askhara hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar terkait kasus penyelundupan sepeda Brompton dan Motor Harley Davidson di Pengadilan Negeri Tangerang.

Sidang yang digelar pada Senin (15/2/2021), tampak Ari Askhara hadir secara langsung di ruang sidang. Ari mengenakan pakaian batik dengan tenang mengikuti jalannya persidangan.

Selain Ariyang didampingi kuasa hukumnya Arvin, juga tampak hadir mantan Direktur Operasional Garuda Indonesia Iwan Joeniarto menggenakan pakaian kemeja batik.

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Nielson Panjaitan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU, Pantono.

“Disini kita jelaskan dari awal pesawat mendarat sampai percakapan melalui pesan soal link membeli sepeda Brompton,” katanya.

Dalam dakwaan terungkap bahwa kasus itu bermula ketika petugas Bea Cukai menemukan barang selundupan tersebut di dalam bagasi penumpang. Petugas menemukan penyelundupan sepeda Brompton dan Motor Harley Davidson yang diketahui terdakwa.

Petugas juga sempat diminta untuk tidak memperpanjang urusan tersebut dengan alasan perintah dari direksi Garuda Indonesia.

“Petugas Bea Cukai diminta untuk menyelesaikan urusan tersebut di tempat dan diminta menyebutkan nominal uang agar hal tersebut tidak diperpanjang,” ujar Jaksa Pantono.

Untuk itu, Ari Askhara didakwa dengan Pasal 102 huruf e UU Nomor 17 tahun 2006 Tentang Kepabeanan Jo Pasal 55 ayat 1. Kedua,  Pasal 102 huruf h UU Nomor 17 tahun 2006 Tentang Kepabeanan, dan ketiga Pasal 103 huruf a UU Nomor 17 tahun 2006 Tentang Kepabeanan. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp5 miliar.  (wan)