Sun. Oct 24th, 2021

Kapolri : Hukum Masih Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas

Kapolri Listyo Sigit

Porosberita.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menilai masyarakat masih beranggapan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Untuk itu, Kapolri menegaskan aparat hukum harus tegakkan keadilan.

Hal itu disampaikan Kapolri kepada Kepala Bareskrim, Komjen Agus Andrianto. Diapun meminya Kabareskrim untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil kepada masyarakat.

“Kita mendengarkan suara masyarakat. Karena masyarakat masih mendapati suasana kebatinan yang dirasakan oleh hukum itu tajam hanya ke bawah, tapi tumpul ke atas,” kata Sigit di Mabes Polri pada Rabu (24/2/2021).

Kapolri melanjutkan, aparat penegak hukum harus berada pada posisi yang berkeadilan. Makanya, Polri akan melakukan transformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi yang prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan (Presisi).

Kapolri mengatakan masalah restorative justice (penegakan hukum yang berkeadilan) harus ditegakkan, karena sebagai bentuk penyelesaian atas permasalahan. Untuk itu, perlu diformulasikan dengan baik.

“Tapi kita harus tegas, manakala terhadap hal-hal yang berdampak keselamatan jiwa manusia. Berdampak dengan masalah konflik horizontal,” jelasnya.

Kapolri tak lupa mengingatkan kembali perkembangan dunia siber atau masalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) masih menjadi perbincangan masyarakat. Sehingga, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi instruksi agar selektif menangani kasus ITE.

“Saya harapkan bisa dilaksanakan secara selektif, surat edaran sudah dikeluarkan,” tegasnya.

Untuk itu, Kapolri meminta agar surat edaran tentang kesadaran budaya beretika untuk mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat dan produktif disosialisasikan ke seluruh anggota dan masyarakat.

“Sehingga tidak dibentur-benturkan. Karena saya melihat perkembangan media sosial statemen kita masih belum seragam. Saya harapkan bisa kita samakan,” tegasnya. (wan)