Mon. Jun 21st, 2021

Ihsan Yunus dan Herman Hery Disebut Dapat Jatah Bansos Covid-19

Herman Herry

Porosberita.com, Jakarta – Dua politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Herman Hery dan Ihsan Yunus, disebut menerima jatah paket bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) dalam rangka penanganan Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek Tahun 2020.

Hal itu terungkap saat jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial sekaligus tersangka Adi Wahyono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Adi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

“Kemudian saudara sebagaimana dalam BAP nomor 53 setelah tahap 6 selesai pembayaran dan menjelang tahap 7 saya dan Matheus Joko Santoso dipanggil oleh menteri [Juliari Peter Batubara] di ruangannya. Saat itu juga hadir Kukuh Ari Wibowo, saat itu langsung ada arahan menteri kepada kami untuk pembagian kuota seperti yang saudara sebutkan tadi,” ujar jaksa.

“Ya,” jawab Adi.                                                  

Lalu, berdasarkan BAP tersebut, jaksa mengungkapkan ada pembagian jatah kepada perusahaan yang terafiliasi dengan Herman Hery dan Ihsan Yunus.

“Satu juta paket diberikan kepada grup Herman Hery, Ivo Wongkaren [Direktur PT Mitra Energi Persada], Stefano, dan kawan-kawan. Dua, kuota sebanyak 400 ribu paket diberikan kepada grup Ihsan Yunus, Irman Ikram, dan kawan-kawan. Tiga, kuota 300 ribu Matheus Joko dikelola untuk kepentingan bina lingkungan. Empat, kuota 200 ribu diberikan kepada teman, kerabat, kolega dari Juliari Peter Batubara,” jelas jaksa.

“Ini ya, BAP saudara?” tanya jaksa.

“Iya,” jawab Adi.             

Selanjutnya, jaksa juga mengungkap adanya penggunaan uang sekitar Rp8 miliar yang diperoleh Juliari dari sejumlah rekanan penyedia bansos. Uang itu di antaranya untuk pembayaran sewa pesawat, pembayaran jasa pengacara Hotma Sitompul Rp3 miliar, kemudian Rp2 M diberikan melalui Eko (orang kepercayaan Juliari) ke Semarang dan dibayarkan kepada BPK Rp1 M.

“Sisanya disetor menteri langsung melalui Eko, Shelvy dan Kukuh. Itu Rp8 M tadi?” tanya jaksa.

“Iya,” jawab Adi.

Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan 2 pejabat Kemensos Adi Wahyono serta Matheus Joko Santoso snilai total Rp 1.9 miliar terkait dengan penunjukan Terdakwa melalui PT. Tigapilar Agro Utama, sebagai penyedia Bansos Sembako penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kementerian Sosial Tahun 2020 tahap 9, tahap 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

Hery VanSidabuke diduga menyuap Menteri Sosial Juliari Peter Batubara beserta dua pejabat Kemensos lainya yakni Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso senilai total  Rp. 1.2 miliar terkait dengan penunjukan Hery Sidabuke sebagai Penyedia Bantuan Sosial Sembako dalam rangka Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos Tahun 2020 seluruhnya sebanyak 1.5juta  paket, melalui PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude. (wan)