Sun. Oct 17th, 2021

Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDI-P Usai Beberkan Penghasilan Anggota DPR

Porosberita.com, Jakarta – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memanggil anggotanya, Krisdayanti (KD). Pemanggilan KD itu terkait pernyataannya di sosial media soal pendapatan anggota dewan

Ikhwal pemanggilan itu diketahui dari unggahan foto di akun Instagram milik KD, @krisdayantilemos, pada Kamis (16/9/2021).

KD menggungah foto bersama Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adiyanto dan Sekretaris Fraksi PDIP DPR Bambang Wuryanto.

“Satu rumah, satu visi, satu misi. Alhamdulillah. Ijin senior. Bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Drs Utut Adianto & Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto Merdekaaa!” tulis KD dalam kolom keterangan foto yang diunggahnya tersebut.

Utut yang dkonirmasi mengakui telah mengundang KD untuk dimintai keterangan soal pernyataannya itu. KD pun lantas meminta maaf lantaran telah membuat pernyataan yang menimbulkan kontroversi.

Utut mengungkapkan, KD juga menyampaikan tidak memiliki motif yang jelek atau jahat dengan menyampaikan pernyataan soal gaji anggota dewan tersebut.

“Mbak Krisdayanti kan memang bicara suasananya gembira karena artis. Kalau yang disampaikan data-data itu kan publik bisa mengetahui, tinggal ngomong, tinggal download saja, bisa diketahui,” kata Utut.

Menurutnya, ada kerawanan terkait perbedaan pendapatan dan penerimaan yang diterima seorang anggota dewan. Karena, penerimaan dana aspirasi atau dana reses berbeda dengan gaji serta tunjangan.

“Kalau pendapatan, saya bilang ke Mbak Krisdayanti, bisa buat beli apa, termasuk beli lipstik, beli stoking. Tapi kalau penerimaan, dan hal ini harus dikembalikan ke konstituen, itu harus dijalankan melalui reses dan kundapil, dan itu pun aturannya rigid ke 20 titik,” katanya.

Utut tak menampik pernyataan KD soal gaji hingga dana aspirasi menimbulkan kegaduhan. Untuk itu, Ia berharap anggota DPR dapat menghindari mispersepsi publik dalam menyampaikan informasi.

“Timbul kegaduhan, karena kan kita tahu angle-nya pasti akan dianggap ini terlalu banyak uang untuk anggota DPR, kan begitu. Itu sebabnya, diskusi kemarin, ya ke depan kita juga bisa memilah apa yang kita sampaikan potensi menimbulkan mispersepsi atau tidak,” katanya.

Sebelumnya, KD yang sebelumnya dikenal sebagai artis itu mengungkapkan penghasilan ratusan juta Rupiah setiap bulan sejak duduk sebagai wakil rakyat.

Hal tersebut diungkap KD dalam sebuah wawancara bersama politikus Partai NasDem Akbar Faizal, yang diunggah di Youtube Akbar Faizal Uncensored, Senin (13//20219) lalu.

KD bahkan mengaku mendapat gaji dan tunjangan  dalam setiap bulan. Tiap tanggal 1, KD mendapat gaji Rp15 juta dan pada tanggal 5 mendapat tunjangan lagi Rp59 juta. Jadi, total gaji dan tunjangan yang diperoleh tiap bulan mencapai Rp75 juta.

Selain itu, ia juga mengaku memperoleh dana aspirasi dalam setahun lima kali, masing-masing sebesar Rp450 juta. Jadi, jika diakulumasi KD mendapat total dana aspirasi mencapai Rp2,250 miliar.

Ada pula, dana kunjungan dapil sebesar R150 juta dalam setahun delapan kali. Jadi, total dana kunjungan dapil yang diperoleh mencapai Rp1,2 miliar.

Jika ditotal seluruh dana yang diterima KD, termasuk gaji dalam setahun mencapai Rp4,350 miliar. (wan)