Fri. Jul 1st, 2022

Dua Pegawai KPK Terbukti Selingkuh

Porosberita.com, Jakarta – Dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial SK dan DW dijatuhi hukuman etik oleh Dewan Pengawas (Dewas). Pasalnya, kedua pegawai lembaga antirasuah tersebut telah terbukti berselingkuh.

“Iya benar, itu saja ya,” ujar anggota Dewas KPK Syamsudin Haris dalam keterangannya, Selasa (5/4/2022).

Namun, Syamsudin enggan membeberkan lebih rinci putusan etik terhadap SK dan DW. Namun, dia membenarkan petikan putusan etiknya.

Dalam putusan etik itu, perselingkuhan yang dilakukan SK dan DW diklasifikasikan sebagai perbuatan yang tidak mengindahkan kewajiban dasar integritas.

Diketahui DW merupakan jaksa penuntut umum, sedangkan SK staf bagian admin.

Perslingkuhan itu terbongkar, berawal dari laporan saksi yang merupakan suami sah SK. Dia melaporkan bahwa keduanya melakukan pelanggaran perselingkuhan atau perzinahan yang dapat dikualifikasi sebagai perbuatan yang tidak mengindahkan kewajiban nilai dasar integritas insan KPK.

Keduanya dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 4 Ayat (1) huruf n Peraturan Dewan Pengawas Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Dalam mengusut pelanggaran ini, Dewas memeriksa delapan saksi, mulai dari Direktur Penuntutan sampai ibu mertua dari SK. Selain itu, Dewas juga memeriksa tiga orang sebagai saksi yang meringankan.

Dalam amar putusan, Dewas menyatakan bahwa DW dan SK bersalah melakukan perbuatan perselingkuhan atau perzinaan yang dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan tidak mengindahkan kewajiban nilai dasar integritas.

Dewas juga menjatuhkan sanksi sedang berupa permintaan maaf secara terbuka tidak langsung. Dewas juga merekomendasikan kepada pejabat pembina kepegawaian untuk memeriksa lebih lanjut SK dan DW guna penjatuhan hukuman disiplin.

Putusan tersebut dibacakan Dewas pada 7 Maret 2022 oleh Ketua Tumpak Panggabean, dan dua anggota lainnya; Indriyanto Seno Adji dan Syamsuddin Haris. (wan)