Mon. May 20th, 2024

Erdogan Menang, Bye-Bye Kemal

Recep Tayip Erdogan

Porosberita.com, Jakarta – Presiden petahana Recep Tayyip Erdogan meledek rivalnya, Kemal Kilicdaroglu, usai menang pemilihan presiden (pilpres) Turki pada putaran kedua, Minggu (28/5/2023).

Erdogan menyampaikan selamat tinggal kepada Kilicdaroglu yang kalah empat poin darinya.

“Bye, bye, bye, Kemal,” ledek Erdogan di depan para pendukungnya di luar kediaman dia di Istanbul, Minggu (28/5/2023) dilansir dari CNNIndonesia.com.

“Satu-satunya pemenang hari ini adalah Turki.”

Para pendukung Erdogan menyambut ucapan sang petahana dengan ledekan serupa. Mereka lalu ramai-ramai bersorak atas kemenangan presiden berusia 69 tahun itu.

Erdogan menang pemilu putaran kedua pada 28 Mei kemarin dengan perolehan suara 52,14 persen. Sementara itu, Kilicdaroglu hanya meraup 47,86 persen suara.

Dalam komentar pertamanya usai pemilu ditutup, Erdogan berterima kasih kepada rakyat Turki karena sudah memilih dia.

“Saya berterima kasih kepada anggota bangsa kami karena telah mempercayakan saya dengan tanggung jawab untuk memerintah negara ini sekali lagi selama lima tahun mendatang,” kata pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu, seperti dikutip Aljazeera.

Ribuan pendukung Erdogan tampak merayakan kemenangan kandidat mereka di berbagai sudut Turki, seperti dilaporkan Russia Today (RT).

Ribuan orang juga terlihat berkumpul di depan Istana Kepresidenan Ankara, menunggu Erdogan memberikan pidato usai sukses mendepak Kilicdaroglu.

Kepada ribuan pendukungnya, Erdogan menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk “mengesampingkan semua perdebatan dan konflik terkait periode pemilu”.

Ia juga mengatakan Turki perlu bersatu untuk mencapai “tujuan dan impian nasional.”

Apa kata Kilicdaroglu?

Calon presiden saingan Presiden Recep Tayyip Erdogan, Kemal Kilicdaroglu menegaskan akan terus memperjuangkan “demokrasi sejati” di Turki meski kalah dalam putaran kedua pemilu pada Minggu (28/5/2023).

“Dalam pemilu kali ini, keinginan rakyat untuk mengubah pemerintahan otoriter menjadi jelas terlepas dari semua tekanan,” kata Kilicdaroglu dalam pidatonya di markas besar partainya, Partai Rakyat Republik (CHP) di Ankara pada Minggu malam usai hasil hitung cepat pemilu mendekati rampung.

Meski pidatonya menggemakan konsesi, Kilicdaroglu tak langsung mengakui kekalahannya dari Erdogan.

Politikus 74 tahun itu bahkan mengaku sedih dengan hasil pemilu hari ini.

“Apa yang benar-benar membuat saya sedih adalah hari-hari sulit menanti di depan bagi negara kita,” ucap Kilicdaroglu seperti dikutip CNN.

“Ini adalah periode pemilu yang paling tidak adil dalam sejarah kita. Kami tidak tunduk pada iklim ketakutan,” paparnya menambahkan. (nto/CNNIndonesia.com)

About Author