Mon. May 20th, 2024

Pomdam Jaya: Sahroni Unggah Video Hoaks Soal Penganiayaan Warga Aceh

Sahroni

Porosberita.com, Jakarta – Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan video di media sosial yang disebut merupakan penganiayaan terhadap pemuda dari Bireuen, Aceh Imam Masykur (25) adalah hoaks.

“(Video) yang di dalam mobil itu hoaks,” kata Irsyad di Pomdam Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2023) dilansir dari CNNindonesia.com.

Wartawan menunjukkan satu video seseorang yang diduga dianiaya di dalam mobil. Video itu diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui akun instagram. Irsyad membenarkan video itu yang disebut hoaks.

“Ini yang hoaks,” katanya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Sahroni untuk meminta tanggapannya soal pernyataan Pomdam itu, namun yang bersangkutan belum merespons.

Sebelumnya, Imam meninggal dunia usai diculik dan dianiaya sejumlah anggota TNI yakni anggota Paspampres, Praka RM, Praka HS anggota dari Direktorat Topografi TNI AD dan Praka J dari Kodam Iskandar Muda.

Selain itu, total ada tiga warga sipil yang juga diamankan dan ditetapkan tersangka. Polda Metro Jaya yang menangani proses hukum warga sipil tersebut.

Irsyad mengatakan tindakan tiga anggota TNI menculik dan menganiaya Imam didasari motif pemerasan. Menurutnya, para pelaku awalnya berpura-pura sebagai anggota polisi yang hendak menangkap Imam lantaran diduga menjual obat ilegal.

“Pelaku berpura-pura sebagai aparat kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap korban, karena korban diduga pedagang obat-obat ilegal (tramadol dll),” kata Irsyad saat dihubungi, Senin (28/8).

Setelah ditangkap dan dibawa, ia menyebut korban pun dianiaya dan diminta uang.

“Terus mungkin penganiayaan berlebihan sehingga mengakibatkan kematian,” katanya.

Fauziah, ibu korban, mengaku mendapat telepon dari pelaku untuk meminta uang tebusan Rp50 juta.

“Dia (Imam) nelepon dan bilang ‘mak kirim uang saya sudah dirampok, kirim Rp50 juta, saya sudah tidak kuat lagi disiksa’. Tapi saat itu saya bilang akan saya usahakan cari,” kata Fauziah kepada wartawan, Senin.

Fauziah menyebut pelaku juga mengirimkan video penyiksaan Imam ke keluarganya. Menurutnya, para pelaku mengancam akan membunuh korban jika tidak ada uang tebusan.

“Video dia (Imam) disiksa itu dikirim ke kami. Saat itu saya coba telepon, tapi yang angkat pelaku. Saya bilang saya usahakan cari tapi anak saya jangan disiksa. Kami orang tidak berada, jangan kan Rp50 juta, Rp1.000 saja di dompet saya tidak punya,” ujarnya. (wan/CNNindonesia.com)

About Author