Mon. May 20th, 2024

Gerindra Intens Komunikasi Dengan Demokrat Usai Deklarasi Anies – Imin

Ahmad Muzani

Porosberita.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani, mengatakan partainya mulai intens berkomunikasi dengan Partai Demokrat usai hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) imbas duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024.

“Demokrat komunikasinya akan diintensifkan dalam hari-hari ke depan, hari-hari ini. Sudah mulai ada pembicaraan,” kata Muzani usai menghadiri konsolidasi Partai Bulan Bintang (PBB) di Surabaya, Minggu (3/9/2023).

Muzani menyebut Gerindra membuka pintu selebar-lebarnya kepada setiap orang, kelompok, organisasi, apalagi partai politik yang akan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres.

“Bagi kami dukungan bagi siapapun, apakah itu ormas, tokoh, kiai, pondok, apalagi partai politik sesuatu yang berarti,” ucapnya.

Ia pun berharap, KIM yang saat ini beranggotakan Gerindra, PKB, Golkar, PBB dan PAN segera mendapatkan kekuatan tambahan dengan bergabungnya partai lain.

“Mudah-mudahan ada koalisi baru yang akan masuk,” pungkasnya.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai Partai Demokrat lebih berpotensi untuk bergabung dengan koalisi Prabowo Subianto usai menarik dukungan dari Anies Baswedan.

Partai Demokrat sesungguhnya memiliki dua pilihan setelah mundur dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yakni bergabung dengan gerbong pengusung Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

Namun, Burhanuddin menilai potensi Demokrat merapat ke Ganjar lebih kecil mengingat riwayat hubungan Susilo Bambang Yudhoyono dengan Megawati Soekarnoputri.

“Kemungkinan Partai Demokrat memilih dari dua poros yang ada, apakah dari Prabowo atau Ganjar Pranowo. Yang terakhir ini tentu ada masalah lama, yakni hubungan Bu Mega dan Pak SBY yang relatif kurang harmonis,” ujar Burhanuddin dalam wawancara CNN Indonesia TV, Sabtu (2/9/2023).

“Jadi potensi Demokrat untuk bergabung memang lebih besar ke Pak Prabowo. Meski pun lagi-lagi kita perlu lebih sabar untuk menunggu pergerakan Partai Demokrat ke depan,” lanjutnya.

Partai Demokrat resmi menarik dukungan terhadap Anies Baswedan karena AHY batal dijadikan cawapres. Demokrat juga menentang keputusan Anies dan Partai NasDem yang meminang Ketum PKB Muhaimin Iskandar untuk menjadi cawapres.

Sementara itu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) resmi dideklarasikan sebagai bakal calon pasangan presiden dan wakil presiden dalam Pilpres 2024.

Deklarasi ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9/2023).  (wan/CNNIndonesia.com)

About Author