Sun. Dec 5th, 2021

Ngabalin Bantah Penangkapan Andi Arief Terkait Sikap Kritisnya Terhadap Jokowi

Ali Mochtar Ngabalin

Porosberita.com, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin membantah keras penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief terkait sikap kritisnya terhadap Presiden Joko Widodo.

“Dia yang melakukan pelanggaran, dia yang pergi bersenang-senang, ujung-ujungnya Pak Jokowi yang salah, di mana logikanya orang,” ujar Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Andi Arief yang juga dikenal sebagai aktivis 1998 itu ditangkap di sebuah kamar hotel oleh polisi pada Minggu (3/3/2019) terkait dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Meski begitu, Ngabalin meminta Andi sabar dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan untuk mengevaluasi diri.

“Saya berharap sabar, sabar. Sabar bahwa tidak ada satu pun yang Allah ciptakan itu kecuali mendatangkan faedah bagi kita. Evaluasi. Saya sekaligus menasihati diriku dan kawan-kawan politisi muda,” kata Ngabalin

Ngabvalin mengaku terkejut saat mendapat kabar Andi Arief diciduk polisi karena diduga menggunakan narkoba.

Meski berbeda partai, Ngabalin yang politikus Partai Golkar itu kaget mengaku langsung salat sunah dua rakaat untuk mendoakan Andi saat pertama kali tahu kabarnya.

“Karena saya merasakan dia seorang politisi anak muda seperti saya, kawan saya, saya sembahyang sunah dua rakaat,” katanya.

Bahkan, Ngabalin berencana menjenguk Andi yang ditahan oleh polisi. Namun, karena jadwal yang padat, masih mencari waktu yang tepat. (rud)