Fri. Jul 30th, 2021

Cawapres Ma’ruf Amin Minta OTT Romi Tidak Dikaitkan Pilpres

Romi dan Ma'ruf Amin

Porosberita.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan operasi tangkap tangan KPK terhadap Ketum PPP Muhammad Romahurmuziy alias Romi merupakan persoalan prubadi.

Karena itu, Ma’ruf meminta masyarakat tidak mengaitkan OTT Romi itu dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Kami minta jangan sampai ini dikait-kait, itu soal pribadi tidak ada hubungan dengan Pilpres,” tandas Ma’ruf di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Disisi lain, Ma’ruf juga meminta semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tidak bersalah yang merupakan prinsip dasar dalam dunia hukum.

Ma’ruf pun menyampaikan penangkapan Romi membuktikan Jokowi yang juga calon petahana tidak mengintervensi hukum. Ia menyebut Jokowi mendukung upaya penegakan hukum.

“Kalau penegakan hukum kan sudah jelas, perintah Pak Jokowi kan mendukung upaya penegakan hukum dan tidak mau mengintervensi,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Konten Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, Fiki Satari akan memberi sanksi kepada Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi jika terbukti melakukan tindakan pidana korupsi.

“Iya pastilah (diberi sanksi) kalau ada hal yang dinilai melanggar hukum. Tapi kita tunggu dulu,” tandas Fiki di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Romi sendiri menjabat sebagai Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf. Meski begitu, Fiki menyatakan tidak ada hubungan penangkapan Romi dengan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Fiki mengaku TKN terkejut dengan kabar penangkapan Romi di Jawa Timur. Fiki menyatakan TKN menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Sementara Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan OTT itu terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. KPK menyebut OTT kali ini melibatkan anggota DPR, pejabat di Kemenag, dan pihak swasta.

Dikabarkan Romi diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Seorang sumber yang enggan disebut identitasnya membenarkan bahwa pria yang akrab disapa Romi itu diciduk sekitar pukul 09.00 WIB di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sidoarjo, Jawa Timur.

“Dari sumber A1. Kejadiannya jam 09.00 di Kanwil Kementerian Agama Sidoarjo. Yang ditangkap Romi,” ujar sumber kepada wartawan. (wan)