Sun. May 9th, 2021

Jokowi Dinilai Tak Mau Tertibkan Buzzernya

Porosberita.com, Jakarta – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, menilai Presiden Jokowi seolah meresetui ulah buzzer dan para pendukungnya. Semestinya, presiden bisa menghambat apa yang dilakukan buzzer, namun hal itu tidak dilakukan.

“Ada buzzer yang sangat keterlaluan, ada pernyataan yang meluluh lantakan demokrasi kita. Yang gitu harus dikasih tahu dong, kan tidak mungkin kalau buzzer atau influencer bergerak apabila dihambat,” kata Asfinawati dalam diskusi daring yang digelar ILUNI UI, Rabu (3/6/2020).

Menurutnya, fenomena hubungan antara fans dengan idolanya ibarat sebuah grup musik. Ketika fans berulah, grup musik tersebut bisa menegur fansnya agar berhenti. Sama dengan Jokowi yang punya kekuasaan untuk melakukan itu terhadap buzzer dan pendukungnya, tapi tidak dilakukan.

Nyatanya, kata Asfina, tidak ada kepemimpinan seperti itu pada Jokowi. Tak salah jika sinyal yang diterima masyarakat adalah pemerintah memberikan restu kepada buzzer. Untuk membuktikannya mudah, karena Jokowi memimpin langsung Kapolri, dan jajaran menteri.

Sebagai presiden, kata Asfina, Jokowi bisa memerintahkan Kapolri untuk mengusut dan menangkap para pelaku teror terhadap diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu. Jokowi juga bisa memerintahkan Kominfo untuk mengevaluasi kasus-kasus peretasan terhadap akun sosial media orang-orang yang mengkritik pemerintah yang kerap terjadi. “Ada yang namanya unwiling, dan unable. Kalau itu namanya bukan unable, bukan tidak mampu, itu tidak mau,” kata Asfina. (wan)