Wed. May 19th, 2021

Menag Sebut Ada Kelompok Radikal Sebar Kebencian Ditengah Pandemi Corona

Menag, Fachrul Razi

Porosberita.com, Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan ada kelompok radikal yang memanfaatkan situasi pandemi virus corona (Covid-19) untuk menyebarkan kebencian di tengah-tengah masyarakat.

“Situasi ini menimbulkan banyak hal yang negatif juga. Misalnya ada kelompok-kelompok orang yang mungkin karena stres atau banyak di rumah atau memang juga sudah punya potensi bersifat radikal kemudian memanfaatkan situasi menyebarkan kebencian,” kata Fachrul dalam acara ‘Dialog Lintas Iman’ secara daring, Selasa (14/7/2020).

Namun begitu, Fachrul tak menyebut kelompok mana yang kerap menyebarkan kebencian di tengah pandemi corona saat ini. Ia hanya menyatakan potensi kelompok tersebut tak terlalu besar. Ia pun menyatakan pihaknya tengah berusaha mengeliminasi kelompok tersebut agar tak mengganggu kehidupan masyarakat.

“Alhamdulilah tidak terlalu besar potensi ini. Kewajiban kita bersama lah untuk mencoba mengeliminasinya dengan sebaik-baiknya,” kata dia.

Menurutnya, banyak hal positif yang bisa diambil saat pandemi corona terjadi di Indonesia saat ini. Salah satunya, semangat gotong royong dan saling membantu satu sama lain terlihat jelas di tengah masyarakat tanpa memandang latar belakang agama atau kesukuan tertentu.

“Sehingga kita tidak peduli lagi kepada peralatan obat-obatan datang dari negara mana, atau pada di Indonesia misalnya kita tidak peduli pasien itu agamanya apa, dokter agamanya apa, perawat agamanya apa, kita semua bekerja bersama,” kata Fachrul.

Dia memprediksi wabah virus corona akan berlangsung lebih panjang di Indonesia. Apalgi, vaksin dan obat buntuk menyembuhkan virus tersebut belum ditemukan oleh ahli-ahli Indonesia.

Fachrul pun meminta agar masyarakat terus menerapkan prinsip adaptasi kebiasaan baru untuk tetap aman beraktivitas di luar rumah.

“Supaya kehidupan tetap bisa berjalan, ekonomi tumbuh, kegiatan belajar tumbuh dan lain sebagainya, tapi kita semua aman dari Covid,” ujarnya. (wan)