Fri. May 7th, 2021

Untuk Singkirkan China Dari Pulau Sengketa, Jepang Tambah Jet Tempur

Porosberita.com, Jakarta – Jepang menambah jumlah jet tempur untuk mencegat dan mengusir semua pesawat militer China yang ingin mendekati Kepulauan Senkaku atau Diaoyu di Laut China Timur yang menjadi sengketa.

Langkah ini dilakukan pemerintahan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyusul manuver China yang terus mengerahkan sejumlah kapal dan pesawatnya ke sekitar Pulau Senkaku.

Jepang menuturkan jet tempur mereka akan mencegat semua pesawat militer China, terutama yang lepas landas dari pangkalan udara di Provinsi Fujian dekat Kepulauan Senkaku.

Tokyo bahkan menambah dua jet tempur hingga menjadi total empat jet tempur untuk menghalau setiap pesawat militer China yang mendekati Kepulauan tersebut.

Angkatan Udara Jepang menuturkan telah melakukan patroli udara harian di Laut China Timur dari mulai mata hari terbit hingga terbenam untuk memantau pergerakan pesawat militer China di wilayah tersebut.

Mereka juga dikabarkan telah menetapkan garis pertahanan udara pada 27 derajat lintang utara untuk menghalau pesawat-pesawat China yang mendekati kepulauan tersebut.

Dikutip Japan Times, langkah ini dilakukan Jepang setelah meninjau ulang kebijakan pertahanannya tahun lalu. Sebelumnya, Jepang hanya mencegat pesawat asing terutama jet-jet tempur China yang berupaya mendekati wilayah pertahanan udaranya.

Sementara itu, China kerap mengerahkan jet-jet tempur untuk berpatroli di dekat Kepulauan Senkaku. Biasanya pesawat-pesawat tersebut diterbangkan dari Provinsi Zhejiang.

China telah memindahkan pangkalan operasi patroli ke dekat Kepulauan Senkaku. Jarak pangkalan udara China di Fujian dengan kepulauan yang dikendalikan Jepang itu sekitar 380 kilometer atau sekitar 20 menit jika ditempuh oleh jet tempur J-11 China.

Sementara itu, pangkalan udara Jepang terdekat ke Senkaku terletak di Naha, Prefektur Okinawa, yang berjarak sekitar 410 kilometer atau 25 menit untuk ditempuh jet tempur F-15 Jepang.

Seorang sumber pertahanan Jepang menuturkan angkatan udara Negeri Matahari Terbit perlu merespons manuver jet-jet China sesegera mungkin demi mencegah menerobos wilayah udara Jepang.

Selama 2018, Jepang mencatat telah mencegat pesawat militer China yang mendekati Senkaku sebanyak 638 kali dan 675 kali pada 2017.

Ketegangan Jepang dan China terkait sengketa Kepulauan Senkaku kembali memanas setelah pada akhir Juni lalu, Beijing mengirim sejumlah kapal penjaga kapal ke Senkaku usai Tokyo mengajukan rancangan undang-undang untuk mengubah status dan nama kepulauan tersebut. (CNN Indonesia)