Fri. May 7th, 2021

Kita Tidak Bisa Keluar Dari Krisis Dengan Cara Tipu-tipu

Ketua Umum Garda Bumi Putera, Dr. Harjono P. Putro

Catatan Jacob Ereste Dari Diskusi ForJis  :

Porosberita.com, Jakarta – Diskusi ba’da Jum’at 4 September 2020 di Rumah Kedaulatan Rakyat Jl. Guntur 49 Setiabudi Jakarta Selatan, tampil sebagai pembicara utama Djoko Edhy Abdurahman,Dr Harjono P. Putro dan Dr. Eggy Sudjana bersama dokter Zulkifli Ekomey.

Mereja memapar masalah “Komunikasi Kebangsaan Menghadapi Krisis Ekonomi dan Pilitik Indonesia 2020”

Ketua Umum Gerakan Daulat (Garda) Bumipoetra, Dr. Harjono melihat harus ada dipilih satu isu jitu untuk dirumuskan guna disosialisasikan sebagai pesan untuk mahasiswa. Karena hanya mahasiswa yang memilki daya gugah untuk membangkitkan semangat dan gairah melakukan perubahan. Jadi mahasiswa harus dibangunkan kepeduliannya untuk bergerak.

Kecuali itu, menurut akademisi dan aktivis kampus ini, harus dibangun komunikasi yang berbasis kuat pada media sosial.

“Emak-enak pun bisa menjadi triger untuk membangunkan semangat mahasiswa yang terkesan tidur pulas, “ tandas Harjono.

Senentara Dr. Eggy Sudjana mengatakan gerakan perlu konsolidasi sehubungan dengan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Dari pertemuan ini sebagai “Konsolidasi Kebangsaan Menghadapi Krisis Ekonoki dan Politik Indonesia 2020” perlu dicatat karena akan menjadi tonggak sejarah.

Untuk mengembalikan UUD 1945 yang asli, kata Eggy Sudjana harus disemangati oleh Dekrit Presiden tahun 1959, kembali kepada UUD 1945 dengan landasan semangat piagam Jakarta.

Pancasila yang dibuat menjadi RUU HIP itu sebetulnya sudah  merupakan tindak pidana. Pancasila itu sifatnya grounslag. Jadi mengubah Pancasila, artinya mengubah pandan hidup bangsa. “Mska itu  mereka yang mengusukan HIP harus diusut dan dihukum,” kata Eggy.

Intinya nenurut Eggy Sudjana,  RUU HIP harus fitolak. Mereka yang mengusulkannya harus diusut dan diproses secara hukum. “Lalu bubarkan partai politik yang mengusulkannya termasuk anggota dewan yang mendukung RUU HIP,” tandas Eggy Sudjana.

Karena itu pula, Eggy mengajak semua elemen untuk segera bergerak. “Mulai hari ini juga 4 September 2020, kita akan  segera bergerak. Pertama ke Mabes Polri untuk menanyakan nengapa mereka yang “membuat makar” itu tidak diusut. Sebab tindakan mereka bukan delik aduan”  kata Eggy Sudjana yang siap memimpin langsung ke Mabes Polri nanti.

Eggy menambahkan, ForJis — Forum Jaringan Islam perlu didukung untuk membangun gerakan bersama seluruh jaringan yang ada.

Sementara, Dokter Zulkifli mengarakan target untuk mengembalikan UUD 1945 yang asli itu intinya adalah mengembalikan kedaulatan rakyat.

Adapun Joko Edhy Abdurahman mengusulkan untuk keluar dari krisis ekonomi sekarang ini. Bank Indonesia (BI) perlu dikembalikan berada dibawah Dewan Moneter seperti pada jaman Orde Baru. Menurutnya, Indonesia sekarang bukan krisis moneter, tapi krisis viskal. “Jadi kita tidak bisa melewati resesi ekonomi sekarang ini bersama rezim yang ada sekarang. Sebab untuk mrngatasi krisis diperlukan  orang pintar. Dan mengatasi krisis Indonesia sekarang  tak bisa tipu-tipu. Harus jelas dan sistematis dengan cara yang cerdas,” pungkasnya. (*)